Cinta

You are here:
< Back

Cinta adalah perasaan suka sekali, sayang benar, terpikat (dalam hal asmara, umumnya antara laki-laki dan perempuan). Sulit untuk berbicara tentang cinta dalam peristilahan ilmiah karena pendengar memiliki begitu banyak keyakinan yang sudah ada dan kuat tentang hal itu. Banyak dari keyakinan ini mencerminkan warisan budaya-bersama yang kita miliki, seperti semua lagu dan film yang berlimpah yang menyamakan cinta dengan perasaan tergila-gila atau hasrat seksual terhadap seseorang, atau dengan cerita yang berakhir bahagia selamanya, atau bahkan upacara pernikahan realistis yang merayakan cinta sebagai sebuah ikatan dan komitmen yang eksklusif. Keyakinan lain tentang cinta sifatnya sangatlah pribadi. Keyakinan-keyakinan ini mencerminkan sejarah kehidupan Anda yang unik, dengan kemenangan-kemenangan dan bekas-bekas luka antarpribadi yang dimilikinya, pelajaran tentang keintiman ada yang sudah dipelajari dan ada yang belum. Dibiarkan belum terselesaikan, prasangka-prasangka ini dapat menggagalkan diskusi intelektual yang serius mengenai cinta. Prasangka-prasangka ini bahkan mungkin membuat Anda menyerap implikasi penuh dari temuan baru yang berhubungan dengan cinta.

Landasan untuk pendekatan saya terhadap masalah cinta adalah ilmu mengenai emosi. Selama lebih dari dua dekade, saya sudah menyelidiki bahwa subset dari emosi-emosi yang dirasa baik untuk Anda, keadaan-keadaan yang menyenangkan itu—rasa sukacita, hiburan, rasa syukur, harapan, dan sejenisnya—yang secara bersamaan menyirami pikiran dan tubuh Anda. Kemungkinan besar Anda pindah ke dan dari keadaan-keadaan yang seperti ini lusinan kali setiap hari, kadang-kadang saat Anda sendiri, terkadang ketika Anda dengan orang lain.

Meskipun Anda mengalami emosi-emosi positif yang meletup-letup, halus dan singkat, momen tersebut dapat menyulut kekuatan-kekuatan pertumbuhan yang luar biasa dalam hidup Anda. Kekuatan-kekuatan tersebut pertama kali melakukannya dengan membuka Anda agar: pandangan Anda secara harfiah mengembang saat Anda berada di bawah pengaruh salah satu dari beberapa emosi positif tersebut. Dengan adanya kesempatan-kesempatan yang diperluas dengan pola pikir yang lebih menyeluruh ini, Anda menjadi lebih fleksibel, selaras dengan orang lain, kreatif, dan bijaksana. Seiring waktu, Anda juga menjadi lebih banyak akal. Bahkan, penelitian saya dan juga penelitian lain menunjukkan bahwa emosi-emosi yang positif dapat memicu peningkatan yang berkelindan dalam hidup Anda, lintasan pertumbuhan mandiri yang mengangkat Anda menjadi versi diri Anda sendiri yang lebih baik.

Emosi positif merupakan mesin kecil yang menggerakkan sebuah sistem positif yang rumit dan selalu berputar. Emosi-emosi ini merupakan bahan aktif yang mengatur segala sesuatunya agar tetap bergerak. Ketika saya melangkah mundur dari mikroskop peribahasa untuk menguji sistem yang lebih besar yang mengorbit di sekitar emosi positif Anda, saya melihat bagaimana emosi-emosi positif Anda tersebut merajut Anda ke dalam kain kehidupan, tatanan sosial yang menyatukan Anda dengan orang lain, dan bagaimana mereka mengatur cara Anda tumbuh dan memantulkannya kembali melalui keadaan-keadaan yang berubah. Saya membutuhkan satu kata baru untuk mencakup sistem yang lebih luas, dan kata baru tersebut adalah positifitas (positivity).

Dengan terus memperhatikan sistem positifitas yang lebih lengkap memungkinkan adanya suatu definisi yang lebih tepat mengenai cinta. Cinta—seperti semua emosi positif lainnya—mengikuti logika leluhur mengenai memperluas (broaden) dan membangun (build): hal-hal yang menyenangkan ini bukan merupakan hubungan kisah-kisah sesaat yang Anda alami dengan orang lain yang memperluas kesadaran Anda dengan cara yang diperoleh untuk menciptakan perubahan-perubahan abadi dan berguna dalam hidup Anda. Cinta, seperti yang saya lihat, ditemukan pada saat-saat yang hangat, yang merupakan hubungan dan keterbukaan terhadap orang lain. Hal itu memberikan energi pada keseluruhan sistem tersebut dan menyetelnya ke dalam gerakan.

Sama seperti tubuh Anda yang dirancang untuk mengekstrak oksigen dari atmosfer bumi, dan nutrisi dari makanan yang Anda makan, tubuh Anda dirancang untuk mencintai. Cinta—seperti mengambil napas yang dalam, atau makan jeruk ketika Anda lapar dan haus—tidak hanya terasa luar biasa tetapi juga memberi hidup, sumber energi, rezeki, dan kesehatan yang sangat diperlukan. Dalam menggambarkan cinta seperti ini, saya tidak hanya mengambil lisensi puitis, tetapi menggambarkan ilmu: ilmu baru yang menerangi untuk pertama kalinya bagaimana cinta, dan ketiadaannya, secara fundamental mengubah zat-zat biokimiawi di mana tubuh Anda direndam. Zat-zat biokimiawi ini, pada gilirannya, dapat mengubah cara bagaimana DNA akan diekspresikan pada sel-sel di dalam tubuh Anda.

Kita tahu sekarang bahwa diet cinta yang stabil—dari saat-saat-mikro dari hubungan positif–mempengaruhi bagaimana orang bertumbuh dan berubah, membuat mereka lebih sehat dan lebih tangguh. Dan kita mulai memahami bagaimana hal ini bekerja, dengan melacak rantai kompleks reaksi biologis yang bergelombang ke seluruh tubuh Anda dan mengubah perilaku Anda dengan cara yang mempengaruhi orang di sekitar Anda ketika Anda mengalami cinta.

Ini semua terlalu menggoda, terutama dalam budaya Barat, untuk mengambil tubuh Anda menjadi kata benda. Seperti hal-hal konkret lainnya yang dapat Anda lihat dan sentuh, Anda biasanya menggambarkan tubuh Anda dengan mengacu pada sifat fisik yang pasti, seperti tinggi badan, berat badan, warna kulit, usia, dan sejenisnya. Anda mengakui, tentu saja, bahwa lima tahun dari sekarang, sifat fisik tubuh Anda mungkin bergeser sedikit—Anda mungkin, misalnya, menjadi sedikit lebih pendek, sedikit lebih berat, sedikit lebih pucat, atau terlihat sedikit lebih tua. Namun, Anda merasa nyaman dengan ide bahwa tubuh Anda tetap sama dari hari ke hari.

Namun keteguhan, seperti yang diingatkan oleh filsafat Timur kuno, adalah sebuah ilusi, suatu tipuan dari pikiran. Ketidakkekalan adalah aturan—perubahan yang pasti hanyalah kepastian itu. Hal ini terutama benar  adanya bagi makhluk hidup, yang, menurut definisi, harus beradaptasi dengan lingkungan mereka yang berubah. Sama seperti tanaman berubah ke arah matahari dan melacak busur dari fajar hingga senja, hati Anda sendiri mengubah aktivitasnya dengan setiap perubahan gerakan tubuh, setiap emosi baru, bahkan setiap napas yang Anda hirup. Dilihat dari sudut ini, tubuh Anda lebih berupa kata kerja daripada kata benda: bergeser, berayun-bergelombang, dan berdenyut; tubuh Anda ini menghubungkan dan membangun, mengikis dan memberi warna.

Seperti gambar foto yang gagal untuk menangkap perputaran dinamika yang diaduk tanpa henti dan sebagian besar tak terlihat. Sebaliknya, Anda perlu film. Semakin semarak, para ilmuwan bekerja untuk menangkap perputaran ini dan perubahan-perubahan dinamis lainnya ketika perputaran dan perubahan-perubahan tersebut membentang dalam tubuh-tubuh yang hidup, bernapas, dan berinteraksi. Benar, para ilmuwan perlu memahami bentuk serta fungsi, anatomi serta fisiologi, kata benda serta kata kerja. Namun ketika hal itu berhubungan dengan cinta, maka kata kerja yang mengatur. Cinta terletak pada tindakan, perbuatan, perhubungan. Cinta ini tergali, seperti gelombang yang terbentuk di laut, dan kemudian menghilang, seperti gelombang yang sama, setelah ia bertubrukan. Untuk sepenuhnya menghargai biologi cinta, Anda harus melatih mata Anda untuk melihat pasang-surutnya.

Di sini saya ingin beralih pada satu titik sorot terhadap dua karakter biologis utama dalam drama hidup Anda: suatu hormon, oksitosin, yang beredar di seluruh otak dan tubuh Anda; dan saraf vagus Anda, saraf kranial kesepuluh yang berjalan dari dalam batang otak Anda turun ke hati, paru-paru, dan organ-organ internal lainnya. Bersama dengan otak (yang merupakan lokus bagi perasaan kita menjadi ‘selaras’ dengan orang lain dan subjek bagi penelitian baru yang menarik tentang bagaimana hal itu terjadi), hal itu merupakan tiga karakter sentral dalam biologi cinta.

Ketika Anda berinteraksi dengan satu orang setelah berinteraksi dengan orang yang lainnya di suatu hari, tiga karakter biologis tersebut secara lembut menyenggol Anda untuk ada bagi orang lain dengan lebih dekat dan menjalin hubungan bila memungkinkan. Karakter-karakter biologis ini membentuk motif dan perilaku Anda dengan cara yang halus, dan akhirnya tindakannya berfungsi untuk memperkuat hubungan Anda dan merajut Anda lebih erat dengan tatanan sosial kehidupan.

Oksitosin, sebuah neuropeptida yang bertindak baik dalam otak dan seluruh tubuh, telah lama dikenal untuk memainkan peran kunci dalam ikatan dan kelekatan sosial. Bukti ini pertama kali muncul pada tahun 1994 dari percobaan oleh para peneliti di University of Maryland dengan pembiakan monogami dari tikus padang rumput: oksitosin, bila menetes ke otak satu hewan di hadapan hewan lawan jenisnya, maka menciptakan keinginan jangka panjang untuk tetap bersama-sama satu sama lain, meringkuk berdampingan.

Pada manusia, oksitosin melonjak selama hubungan seksual pada kedua pasangan, dan, bagi wanita, saat melahirkan dan menyusui, saat-saat interpersonal yang sangat penting yang berdiri untuk membentuk ikatan-ikatan sosial yang baru atau merekatkan ikatan-ikatan yang sudah ada. Ledakan alami oksitosin pada saat-saat tersebut begitu besar dan kuat yang selama bertahun-tahun kebersamaan mereka tetapi para ilmuwan yang buta terhadap pasang-surutnya oksitosin selama kegiatan sehari- hari yang lebih khas, misalnya bermain dengan anak-anak Anda, berkenalan dengan tetangga baru Anda, atau mencapai kesepakatan dengan mitra bisnis baru Anda. Kendala teknis juga perlu dibersihkan, karena hal itu sulit, sampai saat ini, guna mengukur secara handal dan non-invasif dan memanipulasi oksitosin selama perilaku alami.

Bukti baru yang dramatis terhadap kekuatan oksitosin untuk membentuk kehidupan sosial Anda pertama kali muncul di Eropa, di mana undang-undang mengizinkan penggunaan bentuk sintetis dari oksitosin, tersedia sebagai semprot hidung, untuk tujuan-tujuan eksperimental. Di antara yang pertama dari studi ini adalah salah satu studi dari tahun 2005 di mana 128 orang dari Zurich memainkan apa yang disebut ‘permainan kepercayaan’ dengan hasil moneter nyata di telepon. Secara acak, orang-orang ini ditugaskan untuk berperan baik sebagai ‘investor’ atau ‘orang kepercayaan (trustee)’, dan masing-masing diberi jumlah dana awal yang setara. Investor bisa memberikan beberapa, semua, atau tidak sama sekali dana yang dialokasikan untuk orang kepercayaan tersebut. Jika mereka benar-benar ‘berinvestasi’ kepada trustee, orang yang bereksperimen tersebut akan memberikan tiga kali lipat investasinya. Trustee kemudian mengembalikannya beberapa, semua, atau tidak sama sekali hasil dari keuntungan sahamnya (tiga kali lipat dana investasi yang dimiliki investor ditambah alokasi asli mereka sendiri) kembali ke investor. Jadi investor diminta untuk mengambil risiko pada trustee, yang bisa jadi menolak untuk membayar uang yang harus dikembalikan. Tapi jika trustee tersebut adil, mereka masing-masingnya bisa menggandakan uang mereka.

Sebelum bermain, peserta menerima baik oksitosin atau plasebo lembam dengan menggunakan semprot hidung. Pengaruh dari ledakan tunggal oksitosin intranasal ini pada hasil pertandingan kepercayaan adalah dramatis: jumlah investor yang mempercayakan seluruh dana mereka kepada orang kepercayaan(trustee)nya itu lebih dari dua kali lipat. Menariknya, penelitian yang berkaitan dengan permainan kepercayaan yang sama ini menunjukkan bahwa tindakan dipercaya untuk mengelola uang dari orang lain meningkatkan level keberadaan alami dari oksitosin, dan bahwa semakin besar kenaikan oksitosin trustee, semakin banyak keuntungan saat itu yang ia korbankan kembali ke investor. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa selama oksitosin yang bersifat sinkron itu melonjak, kepercayaan dan kerjasama dapat dengan cepat menjadi saling menguntungkan.

Bersamaan dengan penelitian asli pada oksitosin dan permainan kepercayaan diterbitkan di Nature pada bulan Juni 2005, variasi terhadapnya telah berlimpah. Kita sekarang tahu, misalnya, bahwa oksitosin tidak begitu saja membuat orang lebih percaya dengan uang, hal ini juga membuat mereka jauh lebih mempercayai lagi—suatu kekalahan 44 persen untuk lebih percaya –dengan informasi rahasia tentang diri mereka sendiri. Tindakan sederhana berbagi rahasia penting dari hidup Anda dengan seseorang yang baru Anda temui meningkatkan tingkat peredaran oksitosin alami, yang pada gilirannya meningkatkan rasa percaya diri Anda sehingga Anda dapat mempercayai orang itu untuk menjaga privasi Anda.

Untungnya oksitosin tidak menyebabkan kepercayaan yang sembarangan: efeknya sangat sensitif terhadap isyarat-isyarat interpersonal yang memberi isyarat kepada Anda bahwa orang lain mungkin memiliki tipe yang meragukan dan dipertanyakan (gambling) ataukah tak bertanggung jawab. Jika semprotan oksitosin itu diangin-anginkan melalui sistem ventilasi di tempat kerja Anda, Anda masih akan mempertahankan kebiasaan cerdas Anda terhadap tanda-tanda halus yang menunjukkan apakah seseorang itu layak untuk mendapatkan kepercayaan Anda atau tidak.

Para peneliti yang telah menggabungkan penggunaan oksitosin semprot hidung (versus plasebo) dengan pencitraan otak juga telah belajar bahwa oksitosin memodulasi aktivitas amigdala Anda, struktur subkortikal jauh di dalam otak Anda yang terkait dengan pengolahan emosi. Secara khusus, di bawah pengaruh ledakan tunggal oksitosin semprot hidung, bagian dari amigdala Anda yang terpasang untuk ancaman diredam, sedangkan bagian-bagian yang terpasang untuk kesempatan-kesempatan sosial yang positif diperkuat. Sebuah tembakan tunggal oksitosin dapat membantu Anda meluncur melalui situasi sosial yang menekan, seperti memberikan pidato dadakan atau mendiskusikan topik yang sarat dengan konflik dengan pasangan Anda. Jika Anda menghadapi kesulitan-kesulitan ini di bawah pengaruh oksitosin, studi menunjukkan, Anda akan memiliki lebih sedikit kortisol, yang disebut sebagai hormon stres, mengalir ke dalam tubuh Anda, dan Anda akan berperilaku lebih positif, baik secara lisan, dengan mengungkapkan perasaan Anda, dan non-verbal, dengan membuat kontak mata lebih banyak dan gerakan-gerakan yang ramah. Penelitian terkait menunjukkan bahwa berperilaku ramah dengan cara ini juga menimbulkan tingkat oksitosin alami Anda, yang pada gilirannya membatasi kenaikan akibat stres pada denyut jantung (heart rate) dan tekanan darah (blood presure), mengurangi perasaan depresi, dan meningkatkan ambang rasa sakit Anda.

Secara umum, oksitosin merupakan faktor kunci dalam respon menenangkan- dan-menghubungkan (calm-and-connest) mamalia, suatu gelombang respon otak dan tubuh yang berbeda yang paling baik dikontraskan dengan respon lawan-atau-lari (fight-or-flight) yang sudah jauh lebih dikenal. Oksitosin muncul baik untuk menenangkan kekhawatiran yang mungkin mengarahkan Anda menjauh dari berinteraksi dengan orang asing dan juga mempertajam kemampuan Anda terhadap hubungan. Daripada menghindari orang-orang baru karena rasa takut dan curiga, oksitosin membantu Anda menangkap isyarat yang memberi sinyal kepada niat baik orang lain dan memandu Anda untuk mendekati mereka dengan niat baik yang Anda miliki. Karena semua orang membutuhkan hubungan sosial, bukan hanya untuk bereproduksi, tetapi untuk bertahan hidup dan berkembang di dunia ini, oksitosin telah dijuluki ‘fasilitator kehidupan yang hebat’.

Oksitosin juga bisa melompati kesenjangan antar orang: aliran oksitosin yang dimiliki orang lain dapat memicu oksitosin yang Anda miliki. Bukti paling jelas bahwa oksitosin naik dan turun selaras antar orang berasal dari penelitian terhadap bayi dan orang tua mereka. Ketika bayi dan orang tua—baik ibu ataupun ayah—berinteraksi, kadang-kadang mereka benar-benar terpikat satu sama lain, dan lain kali tidak. Ketika bayi dan orang tua benar-benar klik, gerakan terkoordinasi dan emosi mereka menunjukkan banyak keterikatan-bersama yang saling menguntungkan dan positif. Gambar orang tua yang menghujani bayi mereka dengan ciuman, menggelitik jari-jemari bayi mereka, tersenyum pada bayi mereka, dan berbicara kepadanya dengan nada tinggi, nada bernyanyi—dalam nada lagu yang menyenangkan yaitu nada lagu yang ilmuwan sebut sebagai motherese. Orang tua yang seperti ini adalah orang tua yang sangat perhatian. Ketika mereka menggelitik dan mengajak berbicara (coo), mereka juga secara erat melacak wajah bayi mereka untuk mendapatkan tanda-tanda bahwa kegembiraan mereka itu saling berbalasan. Sejalan dengan kejenakaan-sayang orang tua mereka, bayi yang memperhatikan mengoceh, berbicara, tersenyum, dan tertawa balik. Positifitas bergema bolak-balik di antara mereka—saat-saat-mikro dari cinta.

Tentu saja, tidak setiap interaksi bayi-orang tua terlihat begitu cerah. Beberapa pasangan menunjukkan sedikit keselarasan dan keterlibatan. Beberapa ibu dan ayah jarang melakukan kontak mata dengan bayi mereka dan memancarkan sedikit positifitas yang berharga, baik secara verbal maupun non-verbal. Dan pada saat-saat langka ketika mereka terlibat ini, getaran yang bergabung dengan mereka adalah jelas lebih negatif. Mereka terhubung melalui keadaan menyulitkan atau ketidakpedulian yang sama, bukannya perasaan saling sayang.

Hal tersebut memutar sinkroni perilaku positif—suatu tingkatan di mana bayi dan orang tua tertawa, tersenyum, dan bercakap-cakap bersama-sama—berjalan bergandengan dengan sinkroni oksitosin. Para peneliti telah mengukur kadar oksitosin dalam air liur ayah, ibu, dan bayi baik sebelum dan setelah direkam pada videotape, interaksi wajah-ke-wajah orangtua-bayi . Untuk pasangan bayi-orang tua yang menunjukkan saling keterlibatan yang positif, tingkat oksitosinnya juga sama. Tanpa keterlibatan yang seperti demikian itu, bagaimanapun, tidak ada sinkroni oksitosin yang muncul.

Resonansi positifitas, kemudian, dapat dilihat sebagai pintu melalui mana kecenderungan biokimia yang selaras dari satu generasi mempengaruhi orang-orang dari generasi berikutnya untuk membentuk ikatan-ikatan abadi dan seringkali sepanjang hayat. Cinta, kita tahu, membangun sumber daya abadi. Oksitosin, studi menunjukkan, membantu untuk merekatkannya.

Orang yang merupakan Anda di hari ini juga dibentuk oleh karakter biologis kedua yang saya ingin Anda penuhi: kranial kesepuluh Anda, atau vagus, saraf. Ini muncul dari batang otak Anda jauh di dalam tengkorak Anda dan membuat perhentian-perhentian majemuk pada berbagai organ internal Anda dan, yang paling penting, menghubungkan otak Anda ke jantung Anda. Anda sudah tahu bahwa denyut jantung Anda akan melonjak naik ketika Anda merasa terhina atau terancam—memasukkan data purba dari tanggapan fight-or-flight—tetapi Anda mungkin tidak tahu bahwa itu merupakan saraf vagus Anda yang akhirnya menenangkan degup jantung Anda, dengan menyelaraskan (bersama-sama dengan oksitosin) tanggapan calm-and-connect purba yang sama.

Saraf vagus Anda adalah aset biologis yang mendukung dan mengkoordinasikan pengalaman-pengalaman hubungan tubuh Anda—terhadap cinta. Di luar kesadaran Anda, saraf vagus merangsang otot-otot kecil di wajah yang memungkinkan Anda untuk membuat kontak mata dan sinkronisasi ekspresi wajah Anda dan orang lain menjadi lebih baik. Bahkan hal ini menyesuaikan otot-otot kecil dari telinga tengah Anda sehingga Anda dapat melacak suara orang lain dengan lebih baik pada latar belakang yang bising.

Para ilmuwan dapat mengukur kekuatan saraf vagus Anda—bakat biologis alami Anda untuk konektivitas—secara sederhana hanya dengan melacak detak jantung Anda dalam hubungannya dengan tingkat pernapasan Anda. Saya bisa mengukur bagaimana detak jantung Anda, seperti yang dilacak oleh sensor yang ditempatkan pada tulang rusuk terbawah Anda, yang dipola oleh laju pernapasan Anda, seperti diungkapkan oleh suatu perluasan bagian bawah yang mengelilingi sangkar tulang rusuk Anda. Pola ini disebut nada vagal (vagal tone). Seperti halnya nada otot, semakin tinggi nada vagal Anda, semakin baik.

Selain menempatkan rem pada lompatan besar dalam detak jantung Anda yang mungkin disebabkan oleh stres, rasa takut, atau ketegangan, saraf vagus Anda juga meningkatkan efisiensi rutin jantung Anda, detak demi detak, atau lebih tepatnya, napas demi napas. Denyut jantung manusia cenderung berjalan cukup tinggi, seolah-olah kita selalu waspada untuk bahaya berikutnya yang mungkin tersembunyi di pojokan.

Ketika Anda menarik napas, denyut jantung yang cepat merupakan denyut jantung yang efisien. Setelah semua, setiap pergantian detak jantung selama penarikan napas- dalam mengedarkan lebih banyak darah segar yang mengandung oksigen ke seluruh otak dan tubuh Anda. Namun ketika Anda menghembuskan napas keluar, detak jantung yang cepat tidak membantu sama sekali karena suplai darah segar yang mengandung oksigen berkurang. Di sini sekali lagi, saraf vagus Anda melangkah masuk untuk membantu keluar. Hal ini dapat sangat lembut menerapkan rem pada jantung Anda saat Anda mengeluarkan napas, memperlambat detak jantung Anda ke bawah tingkatan yang kecil. Pada gilirannya, saraf vagus Anda dapat dengan lembut mereda rem saat Anda menarik napas, membiarkan angka detak jantung alami Anda yang tinggi mencapai semua darah yang mengandung oksigen yang bisa diperoleh. Aritmia jantung halus ini adalah pola yang mencerminkan nada vagal Anda yang merupakan kekuatan atau kondisi saraf vagus Anda. Informasi ini menggambarkan kegesitan yang dengannya otak bawah sadar Anda yang primitif memegang kendali dari  jantung Anda yang berdegup.

Hebatnya, orang dengan nada vagal yang lebih tinggi lebih fleksibel di seluruh domain—secara fisik, mental, dan sosial. Mereka beradaptasi lebih baik dengan keadaan mereka yang terus berubah, meskipun sepenuhnya pada tingkat bawah sadar. Secara fisik, mereka mengatur proses tubuh internal seperti kadar glukosa dan peradangan dengan lebih efisien. Secara mental, mereka mampu mengatur perhatian dan emosi mereka dengan lebih baik, bahkan perilaku mereka, dan mengarahkan hubungan interpersonal. Menurut definisi, kemudian, mereka mengalami lebih banyak saat-saat-mikro cinta. Seolah-olah kelincahan saluran antara otak dan hati mereka—sebagaimana tercermin dalam nada vagal tingginya—yang memungkinkan mereka untuk menjadi lebih lincah, selaras, dan fleksibel ketika mereka mengarahkan naik turunnya kehidupan dan pertukaran sosial sehari- hari. Memang, ini adalah apa yang mahasiswa doktoral Bethany Kok dan saya telah temukan: dibandingkan dengan orang dengan nada vagal rendah, mereka yang memiliki nada vagal lebih tinggi mengalami lebih banyak cinta dalam kehidupan sehari-hari mereka, lebih banyak saat-saat resonansi positif.

Tapi bisakah Anda mengubah nada vagal Anda? Mahasiswa saya dan saya bekerja bersama dalam Lab PEP, Emosi Positif dan Laboratorium Psikofisiologi kami. Belum lama ini, kami melakukan percobaan pada efek pembelajaran praktek pelatihan pikiran kuno tentang meditasi cinta kasih. Peserta studi kami mengunjungi Lab PEP di University of North Carolina satu per satu, dan kami mengukur nada vagal mereka sementara mereka duduk dan santai selama beberapa menit. Pada akhir sesi pengujian laboratorium awal ini, kami menginstruksikan peserta bagaimana untuk log on ke situs jaringan studi setiap malam untuk merekam emosi dan hubungan sosial mereka hari itu. Beberapa minggu kemudian, dengan tugas acak, kami memilih peserta mana yang akan belajar meditasi cinta-kasih dan mana yang tidak. Semuanya akan terus memantau emosi sehari-hari dan hubungan sosial mereka menggunakan situs penelitian kami. Beberapa bulan kemudian, berminggu-minggu setelah lokakarya meditasi tersebut berakhir, satu per satu kami mengundang semua peserta kembali ke Lab PEP, di mana kami sekali lagi mengukur nada vagal mereka di bawah kondisi istirahat yang sama seperti sebelumnya.

Pada bulan Mei 2010, saya mendapat kehormatan untuk mempresentasikan hasil percobaan ini langsung kepada Yang Mulia Dalai Lama. Tim kami telah menemukan bahwa nada vagal—yang umumnya diambil untuk menjadi se-mapan pengalamatan atribut seperti tinggi-badan dewasa Anda—yang sebenarnya secara signifikan meningkat dengan pelatihan pikiran. Berikut adalah alasan berbasis-bukti yang diharapkan: tidak peduli apa yang dialami kapasitas biologis Anda untuk cinta adalah hari ini, Anda dapat meningkatkan kapasitas tersebut di musim depan.

Peserta penelitian yang telah ditugaskan secara acak untuk belajar meditasi cinta-kasih telah mengabdikan hampir lebih dari satu jam dari waktu mereka setiap minggu untuk berlatih. Namun dalam hitungan bulan, saraf vagus mereka mulai merespon lebih cepat terhadap ritme pernapasan mereka, memancarkan lebih dari aritmia sehat yang merupakan sidik jari dari nada vagal tinggi. Napas demi napas—waktu ke waktu—kapasitas yang mereka miliki untuk resonansi positifitas menjadi matang. Selain itu, melalui analisis statistik yang telaten, kami menunjukkan bahwa mereka yang mengalami resonansi positifitas paling sering yang berhubungan dengan orang lain menunjukkan peningkatan terbesar dalam nada vagal. Cinta secara literal benar-benar membuat orang menjadi lebih sehat.

Ilmu baru mengenai cinta yang semakin memperjelas bahwa tubuh Anda bertindak sebagai kata kerja. Benar saja, beberapa aspek dari tubuh Anda tetap relatif konstan hari demi hari, seperti DNA atau warna mata Anda. Tetapi otak Anda secara terus-menerus mendata keadaan-keadaan Anda yang selalu berubah dan, pada gilirannya, mengiringi  pergantian zat-zay biokimiawi yang membentuk kembali tubuh dan otak Anda dari dalam ke luar, pada tingkatan selular. Tubuh Anda mengambil tindakan. Paling menonjol, tubuh Anda menyebarkan semua yang Anda rasakan—saat-saat resonansi positifitas Anda atau kurangnya saat-saat resonansi positifitas itu—kepada setiap bagian dari Anda, mempersiapkan Anda dalam keadaan sehat ataupun  sakit, dan memberi Anda lebih atau kurang untuk dilengkapi dengan hubungan cinta.

Belajar bagaimana cinta bekerja dapat membuat perbedaan yang jelas dalam hidup Anda. Ia dapat membantu Anda memprioritaskan saat-saat berbagi emosi positif bersama dan meningkatkan keyakinan Anda kepada kemanusiaan. Sains tidak perlu pasti meninggalkan Anda memegang papan pelampung datar dengan potongan kupu-kupu yang disematkan padanya. Ilmu pengetahuan juga dapat memuliakan, melukiskan peta jalan yang berwarna-warni dan multidimensi untuk perjalanan hidup yang lebih kuat, yang menghilangkan jalan memutar dari harapan-harapan palsu, nabi-nabi palsu, klaim-klaim palsu, dan membuat grafik suatu wacana ke arah hal yang nyata. Hal ini dapat membuat kupu-kupu tersebut hidup dan utuh dan membebaskannya. (*)