Community Development (Pengembangan Masyarakat)

You are here:
< Back

Community development (CD) menggambarkan makna yang penting dari dua konsep: community, bermakna kualitas hubungan sosial; dan development, perubahan ke arah kemajuan yang terencana dan bersifat gradual.

Community development is a movement designed to promote better living for the whole community with the active participation and on the initiative of the community.”

CD mengembangkan atau menaikkan kualitas hidup suatu masyarakat. CD merupakan proses swadaya masyarakat digabungkan dengan usaha-usaha pemerintah setempat guna meningkatkan kondisi masyarakat di bidang sosial, ekonomi, dan kultural, serta untuk mengintegrasikan masyarakat”

Pengembangan komunitas: Suatu metode atau pendekatan pembangunan yang menekankan adanya partisipasi dan keterlibatan langsung penduduk dalam proses pembangunan, dimana semua usaha swadaya masyarakat disinergikan dengan usaha-usaha pemerintah setempat dan stakeholders lainnya untuk meningkatkan taraf hidup, dengan sebesar mungkin ketergantungan pada inisiatif penduduk sendiri, serta pelayanan teknis sehingga proses pembangunan berjalan efektif. (pss-tile) (advor-kjj-kiie)

  1. Advokasi: Upaya untuk mengubah atau mempengaruhi perilaku penentu kebijaksanaan agar berpihak pada kepentingan publik melalui penyampaian pesan-pesan yang didasarkan pada argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, legal, dan moral. Melalui kegiatan advokasi dilakukan identifikasi dan pelibatan semua sektor di berbagai level untuk mendukung program.
  2. Pengorganisasian komunitas: Agar masyarakat punya arena untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan atas masalah di sekitarnya. Bila terorganisir, masyarakat juga akan mampu menemukan sumberdaya yang dapat mereka manfaatkan. Biasanya, dalam pengembangan masyarakat, dibentuk kelompok kelompok sebagai wadah refleksi dan aksi bersama anggota komunitas. Pengorganisasian ini bisa dibentuk berjenjang: di tingkat komunitas, antar komunitas di Tingkat desa, antar desa di tingkat kecamatan dan seterusnya sampai ke tingkat nasional bahkan regional.
  3. Pengembangan jaringan: Menjalin kerjasama dengan pihak lain (individu, kelompok, dan atau organisasi) agar bersama-sama saling mendukung untuk mencapai tujuan. Jaringan dan saling percaya (trust) merupakan salah satu unsur penting dari kapital sosial, sehingga menjadi komponen penting dalam pengembangan masyarakat. Pada komuntas yang mempunyai jaringan yang baik, sumber daya yang ada pada seluruh kompenen komunitas dan komponen lain yang terbangun alam jaringan akan dapat dimanfaatkan bersama-sama.
  4. Pengembangan kapasitas : Meningkatkan kemampuan masyarakat di segala bidang (termasuk untuk advokasi, mengorganisir diri sendiri, dan mengembangkan jaringan). Sumpeno (tt) mengartikan pengembangan kapasitas sebagai peningkatan atau perubahan perilaku individu, organisasi, dan sistem masyarakat dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Peningkatan kemampuan individu mencakup perubahan dalam hal pengetahuan, sikap, dan keterampilan; peningkatan kemampuan kelembagaan meliputi perbaikan organisasi dan manajemen, keuangan, dan budaya organisasi; peningkatan kemampuan masyarakat mencakup kemandirian, keswadayaan, dan kemampuan mengantisipasi perubahan.
  5. Komunikasi, Informasi, Edukasi: Proses pengelolaan dan penyebaran informasi, dan pendidikan masyarakat untuk mendukung keempat komponen di atas. Pengelolaan informasi juga menyangkut mencari dan mendokumentasikan informasi agar informasi selalu tersedia bagi masyarakat yang memerlukannya. Kegiatan edukasi perlu dilakukan agar kemampuan masyarakat dalam segala hal meningkat, sehingga masyarakat mampu mengatasi masalahnya sendiri setiap saat. Untuk mendukung proses komunikasi, berbagai media komunikasi (modern – tradisional; massa –individu – kelompok) perlu dimanfaatkan dengan kreatif.
  6. Pembangunan ekonomi

Pendekatan #1: Pendekatan pertumbuhan: strategi industrialisasi dengan kebijakan substitusi impor” “tetesan rejeki ke bawah” (trickle down effect).

Pendekatan #2: Pertumbuhan dan Pemerataan: kemiskinan adalah fenomena yang kompleks yang berhulu dari kesenjangan antar kelas, daerah, dan golongan.

Pendekatan #3: Paradigma Ketergantungan: ketergantungan merupakan penyebab keterbelakangan, agar maju perlu pembebasan masyarakat.

Pendekatan #4: Tata Ekonomi Internasional Baru: tata ekonomi yang berlandaskan pada kebutuhan negara Selatan untuk mengelola SDA-nya sendiri.

Pendekatan #5: Kebutuhan Pokok: kebutuhan pokok tidak terpenuhi jika masih dibawah garis kemiskinan dan tidak ada pekerjaan yang layak.

Pendekatan #6: Kemandirian: bebaskan dari ketergantungan kepada negara industri.

          Sentralisasi

          Mobilisasi

          Penaklukan

          Eksploitasi

          Hubungan Fungsional

          Nasional

          Ekonomi Konvensional

Unsustainable

          Desentralisasi

          Partisipasi

          Pemberdayaan

          Pelestarian

          Jejaring Sosial

          Teritorial

          Keswadayaan Lokal

          Sustainable