Kebudayaan

You are here:
< Back

Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat (E.B. Taylor).

Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. ”Karya” masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmani. “Rasa”mewujudkan segala kaidah-kaidah dan nilai-nilai social yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan dalam arti yang luas termasuk: agama, ideology, kebatinan, kesenian, dan semua unsure yang merupakan ekspresi jiwa manusia yang hidup sebagai anggota asyarakat. “Cipta” merupakan kemampuan mental, kemampuan berpikir orang-orang yang hidup di masyarakat yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.

Apabila dianalisis lebih lanjut maka manusia mempunyai segi materiil dan segi spiritual. Segi materiil adalah karya yang menghasilkan benda-benda. Segi spiritual tercermin dalam cipta (ilmu pengetahuan), karsa (kaidah kepercayaan, kesusilaan, kesopanan dan hukum), serta rasa (yang menghasilkan keindahan).

Unsur Kebudayaan

Dalam tiap kebudayaan unsur-unsur yang universal yaitu:

  1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi dan sebagainya)
  2. Mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi (pertanian, peternakan, system produksi, system distribusi dan sebagainya)
  3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, system hukum, system perkawinan)
  4. Bahasa (lisan maupun tulisan)
  5. Kesenian ( seni rupa, seni suara, seni gerak dan sebagainya)
  6. Sistem pengetahuan
  7. Religi (system kepercayaan)

Fungsi  kebudayaan bagi masyarakat

Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat. Fungsi pertama yaitu untuk melindungi, menyesuaikan diri dan mempertahankan diri dari alam. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama di dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungannya. Teknologi pada hakekatnya mempunyai unsure: alat-alat produktif, senjata, wadah, makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan , dan alat-alat transport.

Fungsi kedua untuk melindungi masyarakat dari kekuatan-kekuatan tersembunyi dalam masyarakat sendiri untuk menciptakan suasana tertib dan damai. Karsa masyarakat mewujudkan norma dan nilai social yang sangat perlu untuk mengadakan tata tertib dalam pergaulan masyarakat. Hal ini karena setiap anggota masyarakat mempunyai keinginan-keinginan dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak sama yang memungkinkan ketidak tertiban apabila tidak ada aturan. Fungsi ketiga yaitu untuk menciptakan sesuatu untuk menyampaikan perasaan dan keinginannya kepada orang lain, misalnya kesenian.

Sifat dan Hakekat Kebudayaan

Sifat dan hakekat kebudayaan adalah sebagai berikut:

  1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia.
  2. Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
  3. Kebudayaan diperlukan manusia dan diwujudkan tingkah lakunya.
  4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima/ditolak atau tindakan yang dilarang/diijinkan

Kepribadian dan kebudayaan

Masyarakat dan kebudayaan merupakan perwujudan dari perilaku manusia. Perilaku manusia dapat dibedakan dengan kepribadiannya karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri seorang individu. Kekuatan kepribadian bukanlah terletak pada jawaban atau tanggapan manusia terhadap keadaan, akan tetapi justru pada kesiapannya di dalam memberikan jawaban atau tanggapan.

Beberapa tipe kebudayaan khusus yang berpengaruh terhadap kepribadian seseorang antara lain: kebudayaan khusus atas dasar factor kedaerahan, cara hidup di kota dan di desa, kebudayaan khusus kelas social, kebudayaan khusus atas dasar agama, kebudayaan berdasarkan profesi.

Gerak Kebudayaan

Gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan. Salah satu bentuk gerak kebudayaan adalah akulturasi. Akulturasi terjadi bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

Permasalahan yang muncul dalam akulturasi adalah:

  1. Unsur budaya asing yang mudah diterima (yaitu: unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat, unsur yang terbukti membawa manfaat besar, unsure yang dengan mudah dapat disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima).
  2. Unsur budaya asing yang sulit diterma (yaitu: unsur yang menyangkut kepercayaan seperti idiologi dan falsafah hidup atau unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi misalnya makanan pokok nasi).
  3. Individu yang cepat menerima akulturasi adalah generasi muda. Generas tua susah menerima karena norma-norma tradisional sudah mendarah daging dan menjiwai sehingga sukar sekali untuk mengubahnya.
  4. Ketegangan-ketegangan yang timbul dalam akulturasi. Dalam masyarakat yang terkena proses aklturasi sering terdapat masyarakat yang tidak bisa menyesuaikan. Apabila tidak dapat menahan rasa ketidakpuasan, dapat menimbulkan kegoncangan kebudayaan (cultural shock). Hal ini terjadi apabila warga masyarakat mengalami disorientasi dan frustasi, di mana muncul perbedaan yang tajam antara cita-cita dan kenyataan yang disertai perpecahan-perpecahan dalam masyarakat.

Proses akulturasi yang berjalan dengan baik dapat menghasilkan integrasi antara budaya asing dan budaya sendiri, sehingga unsur budaya asing tidak diangap unsure dari luar melainkan dianggap sebagai unsur dari budaya sendiri.

Sumber: Soerjono Soekanto, “Sosiologi: Suatu Pengantar”