Konsep Belajar Pavlov (kondisioning klasik)

You are here:
< Back

Proses pembentukkan perilaku dalam kondisioning klasik Pavlov:

unconditioned stimulus (US) → unconditioned response (UR)

conditioned stimulus (CS) + unconditioned stimulus (US) → unconditioned response (UR)

conditioned stimulus (CS) → conditioned response (CR)

Percobaan Pavlov pada anjing:      Makanan → air liur

Bel + makanan → air liur

Bel → air liur

Keterangan:

  • Unconditioned stimulus (US): stimulus yang memunculkan respon organisme secara alamiah dan otomatis.
  • Unconditioned response (UR): respon yang disebabkan oleh US.
  • Conditioned stimulus (CS): stimulus netral yang tidak dapat memunculkan respon secara alamiah dan otomatis.
  • Conditioned response (CR): respon yang disebabkan karena CS.

Sifat CR:

  • tergantung pada US
  • CS sendiri tidak mampu membentuk CR tanpa pemasangan dengan US.

Hubungan antara US dan CS 

  • Pemasangan US dan CS akan efektif jika waktunya tepat (0,5 detik) — CS dihadirkan kemudian tetap ada hingga US datang (0,5 detik kemudian).
  • CS datang sebelum US, bukan sesudah US. Jika sesudah US, maka kondisioning akan menjadi sulit atau mungkin mustahil dibentuk.
  • Alasannya adalah, CS membawa informasi mengenai kehadiran US. 

Higher-order conditioning

Setelah CS dipasangkan dengan US berkali-kali, maka CS akan berperan seperti US (mengandung nilai reinforcing). Kemudian CS dapat dipasangkan dengan CS kedua (lainnya) untuk memunculkan CR.

Generalisasi

CR akan tetap muncul meski disajikan CS yang lain (namun memiliki kesamaan dengan CS yang utama — yang dipasangkan dengan reinforcement). Frekuensi kemunculan CR paling tinggi disebabkan oleh CS utama dibandingkan dengan CS yang lainnya yang mirip.

Diskriminasi (lawan dari generalisasi)

Respon hanya akan muncul pada stimulus tertentu saja atau yang digunakan selama proses kondisioning. Jeda waktu yang efektif untuk pemasangan US dan CS (intervalnya) adalah 0,5 detik.

ex: Bel + kejutan listrik

Memanggil dengan nama lengkap

Extinction adalah hilangnya respon terkondisikan (CR).

Spontaneous recovery adalah munculnya kembali CR saat CS kembali dihadirkan tanpa kehadiran US.

ex: Dikasih uang + bel > rajin bekerja

bel > rajin bekerja, lama2 tidak rajin bekerja

Kalau bel + uang lagi, rajin bekerja lagi

Perbandingan antara kondisioning instrumental dan klasik

kondisioning instrumental (Thorndike)

kondisioning klasik (Pavlov)

Respon dimunculkan untuk mendapatkan apa yang diinginkan (reward).

Kondisioning klasik memunculkan respon pada organisme yang sifatnya tidak sukarela dan otomatis.

Pada konditioning instrumental, organisme akan melakukan suatu respon yang dapat mengantarkannya pada hadiah — dan hal itu akan diulangi lagi.

Proses kondisioning tergantung pada respon yang diberikan oleh organisme (sifatnya sukarela dan di bawah kendali organisme).

Fungsi reinforcement: reinforcer diberikan untuk memunculkan respon.

Fungsi reinforcement: reinforcement disajikan setelah organisme memberikan suatu respon yang tepat (diinginkan).

Situasi lingkungan (puzzle box) > perilaku efektif (membebaskan diri dari puzzle box) > Reinforcement (bebas dari puzzle box)

Conditioned stimuli (CS) + Reinforcement (US) > Unconditioned response (UR); CS > Conditioned response (CR)

Persamaan Klasik & Instrumental 

  • Keduanya mendorong organisme untuk bertahan hidup.
  • Keduanya tergantung pada reinforcement. Maka sulit untuk sepenuhnya memisahkan antara kondisioining klasik dengan instrumental.