Konsep belajar Thorndike (kondisioning instrumental)

You are here:
< Back

Proses terbentuknya perilaku pada organisme menurut Thorndike:

  • Conforming reaction: reaksi yang akan terpicu dalam sistem saraf pusat jika respon yang dimunculkan diikuti dengan sesuatu yang menyenangkan. Hal tersebut terjadi secara alamiah dan organisme tidak menyadarinya.
  • Organisme akan memberikan respon pada suatu stimulus yang baru dijumpainya melalui respon by analogy: organisme akan memberikan respon dengan cara mencari kesamaan dengan situasi lainnya yang pernah dijumpai sebelumnya, di mana situasi tersebut memiliki kesamaan.
  • Proses yang terjadi adalah adanya transfer of training antara situasi yang pernah dijumpai sebelumnya dengan situasi yang baru.
  • Organisme dapat memberikan respon yang sama terhadap dua stimulus yang berbeda asalkan pergantian dua stimulus tersebut dilakukan secara bertahap.
  • Jika ada hubungan yang alami antara kebutuhan dan efek yang dimunculkan oleh suatu respon maka proses belajar akan menjadi lebih efektif dibandingkan jika hubungan yang ada tidak bersifat natural.
  • Hadiah tidak hanya meningkatkan kemungkinan munculnya respon yang akan membawa organisme untuk mendapatkan hadiah tersebut tetapi juga meningkatkan respon-respon lainnya yang berhubungan dengan respon utama.

Konsep belajar yang terjadi menurut Thorndike:

  • Bentuk dasar dari proses belajar adalah trial & error learning atau sering disebut dengan seleksi dan koneksi. Organisme akan melakukan uji coba dalam memberikan respon (proses seleksi) sampai ditemukan satu respon yang tepat (proses koneksi).
  • Proses belajar adalah melalui sebuah tahapan kecil dan bukan lompatan besar.
  • Proses belajar tidak diperantarai oleh proses berpikir/penalaran.
  • Proses belajar sifatnya langsung, tanpa didahului oleh proses berpikir; proses ini berlaku untuk semua mamalia.