Metode Peneliltian Kuantitatif

You are here:
< Back

Penelitian = riset = research. re = kembali dan search = mencari (mencari kembali).

  • merupakan rangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara sistematis dalam rangka mencari jawaban terhadap suatu pertanyaan ataupun permasalahan.
  • Hasil penelitian= fakta dan kesimpulan yang digunakan sebagai informasi dalam pemecahan masalah.

Tugas Peneliti> memberikan fakta, data, dan informasi ilmiah berdasarkan temuan ilmiah & kesimpulan penelitian.

Hasil atau temuan penelitian> mengembangkan khasanah ilmu pengetahuan sehingga pengetahuan manusia terus berkembang:   

  • memberi pemahaman baru,
  • merivisi,
  • memperkuat pandangan lama,
  • melahirkan teori-teori baru.

Karakteristik Penelitian

1. Memiliki Tujuan

  • Tujuan harus spesifik
  • Hasil penelitian:

a. menjawab pertanyaan penelitian.

b. memiliki kontribusi dalam pemecahan masalah.

2. Sistematis

  • Langkah/ tahapan penelitian yang runtut, terencana, metodologi yang tepat: persiapan pelaksanaan pengambilan dataanalisislaporan penelitian.
  • Kualitas penelitian ditentukan oleh ketepatan langkah-langkah metodologis tsb.
  • Sistematis akan tampak dari: permasalahan yang jelas tujuan yang jelasdasar teori yang jelasmetode pelaksanaan yang jelas.

3. Berbasis Empiris

  • Memiliki rujukan atau referensi empiris berdasar hasil penelitian-penelitian sebelumnya.

4. Replicable dan Transmittable.

  • Repicable: dapat dilakukan penelitian lain dengan subjek berbeda atau menambahkan variabel yang diamati.
  • Transmittable: hasil penelitian dapat berguna bagi pihak lain dan untuk penelitian yang sedang dilakukan oleh pihak lainnya.

5. Terkendali

Menentukan batasan yang jelas antara fenomena yang diamati ataupun variabel yang hendak diukur.

a. Penelitian observasi: dapat mengidentifikasi fenomena yang relevan & perlu diamati, sehingga tidak dicemari oleh fenomena & variabel lainnya yang dapat mencemari data yang dibutuhkan. 

b. Penelitian eksperimen: variabel-variabel independen dan kondisi dalam eksperimen.

6. Objektif

Pengamatan permasalahan hingga pembahasan hasil penelitian tidak tercemar oleh pandangan subjektif penelitian ataupun tekanan dari luar.

7. Tahan Uji

Hasil dan kesimpulan penelitian merupakan hasil telaah dari dasar-dasar teori dan metode yang tepat.

Yang akan dibahas dalam sebuah PENELITIAN:

  • Permasalahan.
  • Landasan teori/ tinjauan pustaka & hasil penelitian sebelumnya yang terkait.
  • Tujuan Penelitian.
  • Hipotesis.
  • Variabel.
  • Populasi & Sample.
  • Instrumen pengumpul data.
  • Validitas & Reliabilitas.
  • Analisis data.
  • Hasil & Kesimpulan.

Jenis-Jenis Penelitian

Berdasar Pendekatan Metodologis:

  1. Penelitian Kuantitatif.
  • Umumnya berupa penelitian dengan sample besar.
  • Berupa pengujian hipotesis.
  • Variabel diidentifikasi dengan jelas & terukur.
  • Data diperoleh melalui prosedur pengukuran.
  • Analisis data menggunakan statistik (berupa angka).
  • Hasil berupa bukti signifikansi antar variabel-variabel penelitian

2. Penelitian Kualitatif

  • Umumnya berupa penelitian dengan sample kecil.
  • Analisis menggunakan logika ilmiah terhadap dinamika hubungan antarfenomena yang diamati.
  • Hasilnya berupa jawaban atas pertanyaan penelitian melaui cara berfikir formal & argumentatif.

Berdasar kedalaman Analisis & Penyimpulan hasil:

1. Penelitian Deskriptif

  • Analisis terbatas pada penggambaran data secara faktual.
  • Data disajikan secara ringkas & sistematis (mudah dibaca, difahami, & disimpulkan).
  • Hasil Analisis umunya berupa presentase atau kecenderungan yang disajikan dalam bentuk tabel, matriks, diagram, kurva.

. Penelitian Inferensial

  • Berupa analisis minimal 2 variabel.
  • Terdapat uji hipotesis.
  • Berupa pendekatan korelasional atau uji perbedaan.

Berdasar Kategori Fungsionalnya:

1. Penelitian Deskriptif

  • Untuk menyajikan hasil penelitian secara sistematik & akurat (baik data kuantitatif ataupun data kualitatif) mengenai fakta dan karakteristik populasi/ bidang tertentu.
  • Data yang dikumpulkan bersifat deskriptif.
  • Contoh: Penelitian survei (deskripsi beberapa variabel dari suatu populasi dengan sample yang besar)

2. Penelitian Korelasional

  • Untuk mengetahui kekuatan atau arah hubungan diantara beberapa variabel.
  • Penelilti dapat memperoleh informasi mengenai hubungan timbal-balik (bukan hubungan kausal/sebab-akibat).

3. Penelitian Perkembangan

  • Untuk mempelajari pola urutan perkembangan/ perubahan yang terjadi sejalan dengan terjadinya perubahan waktu.
  • Contoh: Penelitian terkait pola pertumbuhan, kecepatan perubahan, arah, urutan.
  • Dapat dilakukan secara longitudinal ataupun cross-sectional.

Penelitian Longitudinal: mengikuti perkembangan subjek secara terus-menerus selama jangka waktu tertentu.

(-) Tidak semua subjek dapat diikuti perkembangan dalam jangka waktu bertahun-tahun.

(-) Tidak efisien (waktu, tenaga, & biaya).

(+) Lebih akurat dinamika perubahan yang terekam secara kronologis.

-hanya 1 kelompok subjek (ex: subject diikuti bertahun2)

Penelitian Cross-Sectional: melibatkan subjek dalam jumlah yang lebih banyak dengan beberapa variasi kelompok yang berbeda dalam satu waktu penelitian.

(-) Banyak variabel yang sebenarnya ikut mempengaruhi penelitian namun tidak dapat dianalisis/ tidak diketahui.

(+) Lebih efisien (waktu, tenaga, & biaya).

-subjek bervariasi (ex: pada usia yang bervariasi)

Berdasar Kategori Fungsional:

4. Studi Kasus & Penelitian Lapangan

  • Untuk mempelajari secara intensif & mendalam (terkait: latar belakang, status terakhir, dan interaksi lingkungan) yang terjadi pada satuan sosial tertentu (individu, kelompok, lembaga, komunitas).
  • Merupakan penyelidikan mendalam dengan sedikit subjek dan banyak variabel.
  • Hasilnya berupa gambaran yang terorganisasikan.

6. Penelitian Kausal-Komparatif?

7. Penelitian Eksperimen-Murni?

8. Penelitian Eksperimen-Kuasi?