Henry Murray

You are here:
< Back

Henry Alexander Murray (13 Mei 1893 – 23 Juni 1988) adalah seorang psikolog Amerika yang mengajar selama lebih dari 30 tahun di Universitas Harvard. Dia adalah Direktur Harvard Psychological Clinic di Sekolah Seni dan Ilmu Pengetahuan setelah 1930 dan berkolaborasi dengan Stanley Cobb,  Profesor Bullard Neuropatologi di Sekolah Medis, untuk memperkenalkan psikoanalisis ke dalam kurikulum Harvard tetapi menjaga orang-orang yang mengajarkannya jauh dari aparat-pembuat keputusan di Wina. Dia dan Cobb mengatur berdirinya Boston Psychoanalitic Society setelah tahun 1931, namun keduanya didepak dari keanggotaan atas dasar politik. Sementara teori kepribadian dalam psikologi didominasi oleh statistik dari teori sifat, Murray mengembangkan teori kepribadian yang disebut personologi, berdasarkan “kebutuhan” dan “tekanan”.

Latar belakang

Henry Murray dilahirkan di New York City pada tanggal 13 Mei 1893, dan mendapatkan pendidikan di Groton School dan Harvard College, memperoleh gelar BA. pada tahun 1915 dengan bidang studi mayor sejarah. Setelah tamat dari Harvard, ia mendaftarkan diri pada Columbia College of Physicians and Surgeons dan tamat dari sana sebagai bintang kelas pada tahun 1919. Pada tahun 1920, ia meraih gelar M.A. dalam bidang biologi dari Columbia dan bertugas sebentar sebagai instruktur dalam bidang fisiologi pada Universitas Harvard, kemudian ia mengambil spesialisasi bedah selama dua tahun pada Presbyterian Hospital di New York. Ia kemudian menjadi anggota staf Institut Rockefeller untuk Riset Kedokteran di New York City dan sebagai asisten ia mengadakan penelitian embriologi selama dua tahun di sana. Kemudian ia belajar pada Universitas Cambridge di mana ia mengadakan penelitian biokimia sampai meraih gelar Ph.D. dalam bidang biokimia pada tahun 1927. Selama selang pendidikannya di Eropah inilah ia tertarik pada psikologi, minat yang diperkuat berkat kunjungannya ke Carl Jung di Zurich, ”seorang cerdas, totok, bulat pertama yang pernah saya temui.

“Kami berbicara berjam-jam, berlayar di danau dan merokok di depan tungku perapian di tempat peristirahatannya yang bergaya Faustus, ’Pintu-pintu pembuka ke arah dunia keajaiban yang luas,’ dan saya melihat hal-hal yang tidak pernah terbayangkan oleh filsafat yang saya anut. Dalam waktu satu bulan, kebimbangan menghadapi serangkaian masalah yang bercabang diputuskan, dan saya segera menjatuhkan pilihan pada psikologi dalam. Saya telah mengalami ketidaksadaran, sesuatu yang tidak mungkin diperoleh dari buku-buku” (Murray, 1940: 153).

Jadi, dengan minat yang mendalam pada psikologi, Murray kembali ke negaranya, ke Institut Rockefeller di mana ia menetap selama satu tahun sebagai anggota, sebelum pada tahun 1927 menerima untuk datang ke Universitas Harvard sebagai instruktur dalam bidang psikologi. Pemilihan yang agak aneh atas orang yang luar biasa ini, yang tidak pernah dididik dalam psikologi akademik, oleh sebuah departemen akademik ternama diatur oleh Morton Prince yang baru saja mendirikan Klinik Psikologi Harvard. Klinik ini mengemban misi yang jelas, yakni membuka kesempatan untuk riset dan pendidikan di bidang psikologi abnormal dan dinamik, dan Prince yang tengah mencari sarjana yang masih muda dan yang dapat diandalkan untuk mengarahkan masa depan klinik, memilih Murray. Pada tahun 1928, Murray diangkat menjadi lektor dan direktur Klinik Psikologi itu, dan pada tahun 1937, ia menjadi lektor kepala.

Pada tahun 1930, Murray menciptakan istilah Personologi untuk menjelaskan cabang ilmu psikologi yang mempelajari kehidupan manusia dan faktor-faktor yang memengaruhi perjalanannya. Murray berkeyakinan kuat bahwa untuk memahami makna satu proses apapun dari kepribadian, seseorang harus memiliki pemahaman terhadap keseluruhan.

Ia adalah salah seorang anggota pendiri Perkumpulan Psikoanalisis Boston, dan pada tahun 1935, ia telah menyelesaikan pendidikannya dalam psikoanalisis di bawah Franz Alexander dan Hans Sachs. Laporan yang sangat menarik tentang analisis pendidikannya dan sikapsikapnya terhadap psikoanalisis termuat dalam sebuah simposium tentang para psikolog dan psikoanalisis (Murray, 1940).

Selama kira-kira 15 tahun sebelum perang meletus, Klinik Psikologi Harvard di bawah kepemimpinan intelektual dan spiritual Henry Murray, merupakan pusat kegiatan teoretis dan empiris yang sangat kreatif. Murray menghimpun sekelompok mahasiswa muda yang cakap dan usaha-usaha bersama mereka dalam merumuskan dan meneliti kepribadian manusia sungguh-sungguh membuahkan hasil. Buku Explorations in personality (1938) memuat sebagian laporan hasil kerja selama masa tersebut, tetapi hasil-hasil yang terpenting memancar dalam bentuk nilai-nilai, konsepsi-konsepsi, dan intensi-intensi pada tokoh-tokoh perorangan, seperti Donald W. MacKinnon, Saul Rosenzweig, R. Nevitt Sanford, Silvan S. Tomkins, dan Robert W. White. Pada klinik ini untuk pertama kalinya psikoanalisis mendapatkan perhatian dari kalangan akademik yang sungguh-sungguh serius, dan berbagai usaha yang sangat giat dilakukan bertujuan menemukan cara untuk menerjemahkan penemuan-penemuan klinis yang sangat cemerlang dari Freud ke dalam operasi-operasi eksperimental agar sampai taraf tertentu dapat dikonfirmasikan atau ditolak secara empiris. Murray tidak hanya berhasil menciptakan kegairahan dan mendorong penemuan-penemuan di kalangan para mahasiswanya, tetapi klinik ini juga terbuka bagi sarjana-sarjana senior dari berbagai bidang (Erik Homburger Erikson, Cora DuBois, Walter Dyk, H. Scudder McKeel) sehingga kegiatannya memiliki warna interdisipliner.

Masa ini berakhir pada tahun 1943 ketika Murray meninggalkan Harvard untuk bergabung dengan Korps Dokter Tentara, di mana sebagai mayor dan kemudian letnan kolonel, ia membentuk dan memimpin biro pengukuran psikologis untuk Office of Strategic Services. Organisasinya diserahi tugas yang sulit untuk menyaring calon-calon bagi tugas-tugas yang kompleks, rahasia, dan berbahaya. Kegiatan-kegiatan kelompok ini telah diringkaskan dalam Assessment of men (1948). Karyanya dalam Ketentaraan menyebabkan ia dianugerahi Legion of Merit pada tahun 1946. Pada tahun 1947 ia kembali ke Harvard menjadi lektor part-time dalam bidang psikologi klinis pada Department of Social Relations yang baru dibentuk dan pada tahun 1950 ia diangkat menjadi profesor psikologi klinis. Ia membangun The Psychological Clinic Annex (Ruangan Tambahan Klinik Psikologi) pada Universitas Harvard pada tahun 1949 tempat ia dan beberapa temannya serta mahasiswa-mahasiswa tingkat paska sarjana mengadakan penelitian-penelitian tentang kepribadian, termasuk mengumpulkan 88 sejarah kasus yang panjang-panjang. Murray menjadi profesor emerifus pada tahun 1962. Ia telah dianugerahi Distinguished Scientific Contribution Award dari American Psychological Association, dan juga Gold Medal Award dari American Psychological Foundation karena seluruh hidupnya disumbangkan untuk bidang tersebut.

Selain memperbaiki dan memperluas pandangan-pandangan teoretisnya, Murray mengalihkan perhatiannya pada beberapa masalah kehidupan kontemporer yang lebih luas, termasuk penghapusan perang dan penciptaan suatu negara dunia (Murray, 1960a, 1961, 1962b). Murray adalah seorang pakar bersemangat yang memiliki kemampuan imajinasi kreatif yang ditempa oleh pemikiran jernih untuk memecahkan setiap masalah yang menimpa manusia. Ia melontarkan kritik tajam terhadap psikologi karena telah menonjolkan gambaran negatif tentang manusia dan karena ajarannya tentang ”narsisisme yang jahat”. Murray dengan tegar memperjuangkan suatu psikologi yang humanistik, optimistik.

Pengalaman penelitian dan pendidikan Murray dalam bidang biologi dan kedokteran menumbuhkan penghargaannya yang mendalam dan yang secara konsisten diperlihatkannya terhadap pentingnya faktor-faktor fisik dan biologis dalam tingkah laku. Pengalamannya dengan diagnosis medis nyata-nyata telah mengakibatkan keyakinannya bahwa kepribadian secara ideal harus diperiksa oleh team yang terdiri atas sejumlah spesialis dan dalam pemeriksaan itu pernyataan dari subjek tentang dirinya sendiri harus benar-benar didengar. Perhatiannya terhadap taksonomi atau klasiflkasi tingkah laku dan juga keyakinannya bahwa penelitian yang cermat terhadap kasus-kasus individu adalah sesuatu yang hakiki demi kemajuan psikologi di masa mendatang juga sangat sesuai dengan latar belakang kedokterannya. Pengetahuannya yang luas tentang mitologi (1960b) dan karya-karya besar dalam bidang kesusasteraan di masa lampau maupun masa kini, khususnya pengetahuannya tentang Melville dan karya-karyanya, telah memberinya sumber ide-ide yang tak pernah kering tentang manusia dan potensi-potensinya ke arah kebaikan dan kejahatan. Pemikiran yang sangat bagus dari Alfred North Whitehead memberikannya model pemikiran logis dan sintetis, sedangkan Lawrence J. Henderson yang lugas tetapi cerdas memberinya model kekuatan (rigor) dan orientasi kritis. Hutang budinya terhadap tokoh-tokoh ini dan banyak tokoh lainnya, termasuk beberapa generasi cendekiawan, banyak dinyatakan dalam empat dokumen yang sangat pribadi (1940, 1959, 1967, 1968a) dan dalam sebuah buku esei yang ditulis untuk menghormati Murray (White, 1963). Dari silsilah yang begitu kompleks tidak mengherankan bahwa produk yang berkembang itu merupakan struktur yang terinci dan berdimensi luas.

Jelas bagi semua orang yang mengenalnya bahwa bakat dan pengabdian Murray bagi penelitian tentang kepribadian manusia hanya sebagian diungkapkan dalam karya-karyanya yang diterbitkan. Komentar-komentar lepas dan ide-ide (pemikiran-pemikiran) yang dikemukakannya dengan bebas tentang bermacam-macam topik yang tak habis-habisnya yang merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari acara makan siang pada Klinik Psikologi, telah memberikan ide-ide penelitian yang berguna bagi berlusin-lusin mahasiswa dan sejawatnya. Sayang tidak semua pesan ini jatuh pada tanah yang subur dan orang hanya dapat menyesal bahwa kata-kata yang diucapkan itu tidak direkam untuk memperkaya tulisan-tulisannya (catatan tertulis). Kecenderungan Murray untuk hanya mengungkapkan buah-buah pikirannya yang khusus tampak dengan jelas dalam terbitan-terbitan hasil penelitiannya yang intensif tentang Herman Melville, yang berlangsung selama 25 tahun. Tahun-tahun yang diisinya dengan kerja penuh dedikasi ini menyebabkan ia mendapat reputasi yang tak tertandingi di antara ahli-ahli yang melakukan kajian tentang Melville, namun sebegitu jauh ia hanya menerbitkan dua makalah mengenai penulis yang sangat menarik ini. Salah satu makalah adalah analisis yang cemerlang tentang arti psikologis dari Moby Dick (Murray, 19510), dan yang lainnya adalah pengantar dan analisis yang mendalam tentang Pierre (Murray, 1949a), salah satu di antara novel-novel Melville yang sangat memikat dan mengagumkan.

Di tengah kelangkaan sumber tertulis ini, kami berpendapat bahwa teori dan penelitian psikologi Murray tersajikan secara paling bagus dalam Explorations in personality (1938), yang meringkaskan hasil-hasil pikiran dan penelitian Staleinik Psikologi pada akhir dasawarsa pertama keberadaannya. Sebagian laporan dari sejumlah penelitian berikutnya termuat dalam A clinical study of sentiments (1945), yang ditulis bersama Cristiana Morgan, seorang sejawat lama, dan dalam Studies of stressful interpersonal disputations (1963). Perubahan-perubahan penting yang terjadi dalam keyakinan-keyakinan teoretisnya selama tahun-tahun berikutnya paling jelas tampak dalam suatu bab yang ditulis bersama Clyde Kluckhohn ( 1953), suatu bab yang diterbitkan dalam Toward a general theory of action ( 1951a), suatu artikel yang diterbitkan dalam Dialectica (1951b), suatu ceramah yang diberikannya di Universitas Syracuse (1958), suatu bab yang ditulis untuk Psychology: a study of a science (1959), dan suatu artikel yang ditulis untuk International encyclopedia of the social sciences (1968b). The Manual of Thematic Apperception Test (1943) merupakan pengantar yang paling baik untuk mengenal instrumen kepribadian ini, dikerjakan bersama Cristiana Morgan (Morgan dan Murray, 1935), yang telah menjadi salah satu di antara alat-alat empiris yang sangat penting dan digunakan secara luas oleh ahli klinis dan peneliti kepribadian. Kepekaan dan kepiawaian yang luar biasa yang telah diperlihatkan Murray dalam membuat alat untuk memeriksa dan menganalisis kapasitas-kapasitas dan kecenderungan-kecenderungan manusia disajikan dengan jelas dalam Assessment of men (1948).

DAFTAR PUSTAKA