Pembangunan Berbasis Masyarakat (Community Based Development)

You are here:
  • KB Home
  • Sosiologi
  • Pembangunan Berbasis Masyarakat (Community Based Development)
< Back

Asumsi tentang Masyarakat (Community): Berangkat dari pandangan bahwa masyarakat terbelakang, pengetahuannya rendah, tradisional dan bodoh. Untuk memajukan mereka diperlukan pengetahuan dari luar.

Baru: Masyarakat dibangun bukan karena mereka bodoh dan tidak mampu, akan tetapi kemampuan yang tersedia dioptimalkan agar mereka berkembang sesuai dengan pengetahuan mereka. Pengetahuan lokal dan teknologi tepat guna sebagai basisi pengembangan mereka.

Konsekuensi Perencanaan: Perencanaan bersifat top down dan sentralitas Direncanakan oleh tenahga ahli atau akademisi tanpa mempertinmbangkan apa yang dimiliki masyarakat. Lebih mengutamakan perencanaan untuk pertumbuhan ekonomi. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa kemajuan masyarakat diukur menurut kemajuan ekonomi semata.

Baru: Lebih menekankan pada aspek lokalitas Perencanaan dilakukan secara otonomi, berdasarkan potensi lokalitas dengan menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam perencanaan. Pemikiran otonomi lebih ditekankan dalam perencanaan kegiatan berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Konsekuensi Perlakuan terhadap Masyarakat: Menempatkan birokrat ataupun tenaga ahli dari luar sebagai pihak yang dilayani masyarakat karena mereka dianggap telah berbuat banyak untuk kepentingan masyarakat.

Baru: Menempatkan birokrat ataupun tenaga ahli dari luar sebagai pengatur kepentingan masyarakat dan sebagai aktor yang melakukan fungsi pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Implikasi bagi Kehidupan Sosial: Menjadikan masyarakat sangat bergantung kepada pemerintah. Memendam konflik semu yang setiap saat bisa menjadi ledakan konflik kepentingan.

Baru: Sejak awal mengakomodasi daya kritis masyarakat. Masyarakat mampu menolak jika terjadi tekanan atau eksploitasi dari luar yang tidak menguntungkan mereka.

Konsep “KOMUNITAS” dalam perspektif SOSIOLOGI:

George Hillery Jr (1955) (94 definitions):

  • A group
  • A process
  • A social system
  • A geographic place
  • A consciousness of kind
  • A totality of attitude
  • A common lifestyle
  • The possession of common ends
  • Local self sufficiency

Empat komponen utama “komunitas”:

  • People
  • Place or territory
  • Social interaction
  • Psychological identification

A community (Christenson & Robinson Jr, 1989): people live within a geographically bounded are who are involved in social interaction and have one or more psychological ties with each other an with the place in which they live.

Komunitas: warga setempat (community) yang dapat dibedakan dari masyarakat lebih luas (society) melalui kedalaman perhatian bersama yang mempunyai kebutuhan bersama.

Komunitas adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu berdasarkan lokalitas, perasaan sewarga, dan solidaritas.

Community (R.E. Park, 1952)“A community is not only a collection of people, but it is a collection of institutions. Not people, but institutions, are final and decisive in distinguishing the community from other social constellations”

Ciri-ciri komunitas:

The essential characteristics of a community (Park, 1936):

  1. A population territorially organized
  2. More or less completely rooted in the soil it occupies
  3. Its individual units living in a relationship of mutual interdependence.

Suatu komunitas pasti mempunyai lokalitas atau tempat tinggal (wilayah) tertentu. Komunitas yang mempunyai tempat tinggal tetap dan permanen, biasanya mempunyai ikatan solidaritas yang kuat sebagai pengaruh kesatuan tempat tinggalnya.

Secara garis besar, komunitas berfungsi sebagai ukuran untuk menggarisbawahi hubungan antara hubungan-hubungan sosial dengan suatu wilayah geografis tertentu

Tipe-tipe komunitas:

Berdasarkan ciri-ciri masyarakat agraris terdapat tipologi komunitas agraris, yang secara garis besar dapat dibedakan atas:

  • Komunitas nelayan (pantai dan pesisir);
  • Komunitas petani sawah (dataran rendah); dan
  • Komunitas petani peladang atau lahan kering (dataran tinggi).

Community:

  • Local Society
  • Struktur dan Kultur
  • Local Ecology
  • Pola adaptasi ekologi
  • Collective action: Aksi bersama (kelembagaan)