Pencatatan dalam Observasi

You are here:
< Back

Strategi observasi

  • Narratives types: Diary description, Specimen description, Anecdoctal records
  • Checklist notations: Time sampling, Event sampling, Field unit analysis
  • Rating scales: Numerical scale, Graphic, Semantic differensial, Standard, Cumulated points, Forced choice ratings

Pengertian singkat

  • Narrative types

Pengumpulan (pencatatan) data oleh observer apa adanya sesuai (sama) dengan kejadian dan urutan kejadiannya sebagaimana yang terjadi pada situasi nyata

  • Checklist notation

Observer menyusun struktur observasi dengan memilih & mendefinisikan perilaku sebelum observasi dilakukan sehingga ketika observasi tinggal memberi tanda cek

  • Rating scales

Observer membuat interpretasi terhadap apa yang diamati dan informasi dicatat sebagai refleksi dari penilaian observer

(1) Narrative types

  • Diary description
    • Pengamatan (pencatatan) perubahan-perubahan pada perkembangan perilaku secara umum atau perilaku spesifik sesuai tujuan observasi
    • Membutuhkan waktu yang panjang & frekuensi kontak yang banyak
  • Specimen description
    • Deskriptif naratif, running records
    • Pengamatan yang bersifat detil & lengkap, intensif & kontinyu dg pencatatan naratif sekuensial terhadap episode tunggal dari perilaku & keadaan lingkungannya
  • Anecdoctal records
    • Deskripsi naratif, tidak fokus pada 1 anak atau kelompok
    • Tidak terbatas pada kemunculan perilaku baru
    • Melaporkan apapun yang terjadi

(2) Checklist notations

  • Time sampling
    • Pengamatan seperti specimen description terhadap perilaku tertentu (sesuai tujuan observasi) pada interval waktu tertentu yang telah ditentukan (frekuensi & durasi perilaku)
  • Event sampling
    • Pengamatan yang berfokus pada pencatatan kejadian perilaku-perilaku penting yang diamati pada situasi tertentu
  • Field unit analysis
    • Ada kesamaan dengan specimen records
    • Metode ini mengaitkan perilaku-perilaku yang terjadi pada pengamatan ke dalam unit-unit perilaku yang sudah disusun & menyediakan fasilitas on the spot coding

Bentuk pencatatan Checklist (Y/T)

  • Observer menyusun struktur observasi dengan memilih & mendefinisikan perilaku sebelum observasi dilaksanakan sehingga saat obsv tinggal memberi tanda cek
  • Melihat perilaku yang dianggap penting
  • Tidak memberikan informasi tentang frekuensi, durasi, & kualitas perilaku
  • Digunakan pada TIME SAMPLING & EVENT SAMPLING

KELEBIHAN

  • Strategi yang sederhana & relatif mudah
  • Merekam dengan cepat & efisien, kebutuhan energi observer minimum
  • Ketrampilan yang dibutuhkan observer relatif lebih sederhana
  • Setelah dilakukan check terhadap perilaku dapat ditambahkan catatan tertentu
  • Mudah diolah dalam lembar komputasi

KELEMAHAN

  • Informasi terlalu sedikit
  • Informasi kurang mendalam
  • Tidak ada informasi tentang “bagaimana” (kualitas, durasi, frekuensi)

Panduan checklist

  • Tentukan tujuan observasi
  • Tentukan definisi operasional perilaku
  • Tentukan content (indikator) perilaku yang akan diobservasi
  • Susun checklist berdasarkan indikator perilaku sebelum observasi dilakukan
    • Identifikasi secara detail indikator perilaku
    • Pengaturan detal indikator perilaku harus logis
  • Gunakan ceklist untuk melihat kehadiran perilaku target

Time sampling

Pengamatan terhadap perilaku tertentu (sesuai tujuan observasi) pada interval waktu yang telah ditentukan (biasanya kemunculan perilaku, frekuensi, & durasi)

  • Menggunakan observasi untuk men-sample dalam bentuk frekuensi, bukan dalam bentuk deskripsi
  • Perilaku harus sering muncul. Jika perilaku muncul kurang dari sekali dalam 15 menit, tidak bisa pakai metode ini
  • Cocok untuk perilaku yang tampak (overt behavior)
  • Memungkinkan untuk melakukan pengukuran, karena data bersifat frekuensi atau durasi. Pada jenis perilaku tertentu, observer mencatat durasi terjadinya perilaku/peristiwa yang diamati dalam batasan waktu tertentu.
  • Memfokuskan pada perilaku yang sangat spesifik
  • Cocok untuk perilaku yang sering muncul
  • Cocok untuk perilaku yang mudah diamati
  • Observer perlu menyebutkan definisi operasional perilaku, sehingga istilah yang ada mudah dipahami orang lain
  • Tujuan observasi perlu ditulis secara jelas, terutama untuk menjelaskan secara rinci tentang:
    • Jumlah subjek yang perlu diobservasi
    • Observasi dilakukan pada individu atau kelompok
    • Jumlah kegiatan observasi agar data yang diperoleh representatif
    • Apakah perilaku yang diobservasi benar-benar merupakan contoh dari perilaku yang biasanya ada
  • Time sampling – format pencatatan

1) Menentukan jenis informasi yang perlu dicatat

  • Checkmarks: apakah perilaku muncul atau tidak
  • Tallymarks: seberapa sering perilaku muncul
  • Duration: seberapa lama perilaku itu muncul

2) Menentukan interval waktu seperti apa yang akan digunakan, terutama: length, spacing, number

3) Format pencatatan diusahakan sederhana & mudah dilihat

4) Pada beberapa kondisi, kadang diperlukan adanya kode (coding system) pada perilaku tertentu. Ada 2 cara:

  1. Sign system: untuk perilaku diskrit, dimana tidak mungkin subjek menunjukkan lebih dari satu perilaku pada saat tertentu
  2. Category system: sama seperti sign system, namun meliputi serangkaian perilaku tertentu, bukan perilaku tunggal

5) Sediakan bagian kosong yang cukup utk menulis deskripsi tertentu berkaitan dengan coding system

6) Sediakan bagian kosong untuk menulis hal-hal yang kurang relevan tapi dianggap penting

  • Event sampling

Pengamatan yang berfokus pada pencatatan kejadian perilaku-perilaku penting yang diamati pada situasi tertentu.

Panduan

  • Identifikasi & susun definisi operasional perilaku yang akan diobservasi dengan jelas
  • Ketahui secara umum dimana & kapan perilaku dapat terjadi
  • Tentukan jenis informasi yang akan direkam (dapat menggunakan pencatatan naratif maupun kategoris).
    • Misal perilaku bertengkar: berapa lama terjadi, jenis perilaku, apa yang terjadi, apa yang dilakukan, apa yang dikatakan, apa akibatnya, apa yang terjadi setelah pertengkaran
  • Susunlah lembar pencatatan semudah mungkin

KEUNTUNGAN

  • Yang diobservasi adalah perilaku atau situasi alamiah
  • Ekonomis secara waktu
  • Dapat digunakan untuk meneliti perilaku atau kejadian apapun

KERUGIAN

  • Data tidak dapat begitu saja dikuantifikasi seperti pada time sampling
  • Tetap saja tidak mengaitkan antara suatu perilaku dengan kondisi atau situasi di masa lalu, yang memungkinkan terjadinya perilaku atau kondisi tersebut

(3) Rating scales

  • Observer membuat interpretasi terhadap apa yang diamati & informasi direkam dalam bentuk nilai tertentu (angka) sebagai refleksi dari penilaian observer.
  • Didesain untuk mengukur kuantifikasi impresi dari pengamatan
  • Penilaian kuantitatif tentang tingkat terjadinya perilaku atau bagaimana perilaku ditampakan
  • Menjadi mudah & cepat untuk membuat kesimpulan dari impresi yang didapatkan
  • Dapat mengukur ciri sifat dan perilaku yang tidak dapat diungkap oleh strategi lain
  • Lebih tepat sebagai metode asesmen dibandingkan teknik yang deskriptif
  • Dapat sebagai perekaman (on the spot) pada situasi tertentu

Panduan

  • Pernyataan pendek, simpel, & tidak ambigu
  • Pilih kata yang berhubungan dengan skala (tidak overlap dengan deskripsi)
  • Hindari penggunaan pernyataan seperti: kurang, rata-rata, superior
  • Hindari pernyataan yang mengandung unsur baik / buruk
  • Beri nilai pada satu indikator sebelum ke indikator lain
  • Lebih baik jika kita tidak kenal
  • Pilihlan situasi amatan maupun situasi rating secara hati-hati, hindari penilaian subjektif sebisa mungkin
  • Berikan definisi operasional untuk setiap jenjang penilaian

KELEBIHAN

  • Efisiensi waktu
  • Lebih menarik bagi observer
  • Lebih mudah diskor & dikuantifikasi (statistik)
  • Dapat mengukur perilaku lebih luas
  • Dapat membandingkan antar individu & intra individu
  • Membutuhkan minimum training
  • Memfasilitasi melihat hubungan realita & persepsi individu

KELEMAHAN

  • Peluang eror & bias cukup besar
  • Ambiguitas item
  • Pengaruh penerimaan sosial
  • Kurang bercerita tentang penyebab perilaku

Tipe-tipe Rating scale 

  • Numerical scale
    • angka tertentu dikaitkan dengan nilai tertentu dari perilaku
    • Skala perilaku siswa di kelas
      • 1 = Perilaku mengganggu, meninggalkan kelompok
      • 2 = Perilaku mengganggu tidak tampak
      • 3 = Mengikuti guru, tatapan mengarah ke guru
      • 4 = Mengikuti guru, ekspresi menunjukkan ketertarikan
      • 5 = Mengikuti guru, melaksanakan instruksi
    • Graphic
      • Kemunculan perilaku tertentu dinilai berdasarkan rentang penilaian yang bersifat meningkat (bentuk garis lurus)
      • Rentang penilaian perilaku mengganggu di kelas
        • Selalu – sering – kadang-kadang – jarang – tidak pernah
      • Semantic differential
        • Termasuk grafik dengan tujuh penilaian pada perilaku bipolar (terdiri dari 2 kutub perilaku yang berlawanan)
      • Standar
        • Observer dihadapkan pada satu set standar untuk menilai yang lain
      • Cumulated points
        • Penilaian didasarkan pada akumulasi terhadap penilaian unit-unit perilaku tertentu
      • Forced choice
        • Rater dihadapkan pada satu set deskripsi kualitas tertentu dan memilih satu yang sesuai dengan hasil pengamatan

FAKTOR POTENSIAL RATER ERRORS

  • Proximity error: kesalahan karena kedekatan observer dengan subjek
  • Hallo effect : terkesan pada hal pertama/awal yang diamati
  • Error of central tendency : pengamat tidak berani untuk memberikan penilaian sangat baik atau sangat kurang
  • Error of logic : cenderung sama karena dianggap berhubungan
  • Error of contrast : memiliki dua arah
  • Ketidakjelasan dalam penggunaan istilah
  • Social desirability effect : secara sosial lebih diterima
  • Skala rating tidak memberi informasi sebab terjadinya perilaku
  • The generosity effect : terjadi ketika ragu-ragu
  • Carry over effect : pengamat kurang memisahkan jawaban terhadap butir yang satu dari jawaban butir yang lain.