Penelitian tentang Pendekatan Psikologi Belajar

You are here:
< Back

Sains adalah suatu proses untuk menghasilkan dalil yang didukung oleh data dengan cara mencocokkan suatu sistem formal yang berisi simbol (tanda, bahasa, angka, atau formula) dengan observasi empiris (keadaan yang ada di lapangan).

Fungsi teori adalah untuk menghubungkan aspek formal dan empiris tersebut.

Tujuan dari kegiatan ilmiah adalah mencari hubungan antara kedua aspek tersebut.

Para ilmuwan sering melakukan pengelompokkan dari hasil observasi empiris.

Pengelompokan ini berfungsi sintetik (cara berpikir induktif—mengumpulkan fenomena-fenomena agar memiliki arti) dan heuristik (pengelompokkan fenomena yang ada bagi penelitian selanjutnya.

Teori sebagai alat tidak dapat dianggap salah atau benar, berguna atau tidak berguna.

Jika suatu teori mampu menjelaskan suatu fenomena yang ada maka teori tersebut cocok; jika tidak, maka peneliti harus mencari teori lain. 

Eksperimen-Eksperimen Belajar

Keputusan yang harus diambil dalam melakukan eksperimen (Hergenhahn & Olson,1997):

  1. Aspek-aspek belajar yang akan diteliti
  • ditentukan oleh teori belajar yang dipakai oleh peneliti
  • di laboratorium atau di lapangan.
  • masalah: kondisioning klasikal, kondisioning instrumental, pemecahan masalah, pembentukan konsep, belajar verbal atau motorik.

2. Metode idiografik dan nomotetik

  • peneliti dapat memilih salah satu dari dua metode yang ada
  • metode idiografik akan melibatkan perilaku secara intensif pada satu subjek eksperimen atau sejumlah kecil subjek eksperimen.
  • metode nomotetik akan melakukan penelitian dengan menggunakan banyak kelompok subjek, kemudian rata-rata performans akan dikaji.

3. Penggunaan hewan atau manusia sebagai subjek eksperimen

Hewan dapat digunakan sebagai subjek eksperimen dengan alasan:

  1. Pengalaman belajar hewan di masa lalu dapat dikendalikan sehingga pengalaman tersebut tidak akan mengganggu proses belajar yang sedang diteliti pada saat ini.
  2. Eksperimen belajar sering butuh waktu yang panjang dan membosankan.
  3. Sejumlah eksperimen akan menguji pengaruh genetika pada kemampuan belajar. Latar belakang genetika hewan dapat dimanipulasi secara sistematis.
  4. Hubungan antara obat-obatan tertentu dengan belajar dapat lebih mudah diteliti dengan menggunakan hewan; kadang penelitian serupa tidak mungkin menggunakan manusia sebagai subjek eksperimen.
  5. Berbagai teknik pembedahan dapat dilakukan pada hewan.
  6. Pada saat menjadi subjek eksperimen, manusia kadang ingkar janji untuk datang pada sesi eksperimen yang telah disepakati dengan peneliti.
  7. meminimalkan efek placebo (efek harapan); ada kemudahan dalam memelihara dan mengatur partisipasi subjek; lingkungan hewan peliharaan lebih mudah dikendalikan daripada lingkungan hewan hutan atau manusia.

4. Penelitian korelasional atau eksperimen

  • dapat menghubungkan satu variabel dengan variabel lain dengan cara mengukur masing-masing variabel lalu mencari korelasi antara keduanya.
  • tidak memanipulasi variabel pertama untuk mengkaji pengaruhnya terhadap variabel kedua.
  • Penelitian eksperimen akan secara sistematis mengubah kondisi lingkungan dan mengkaji pengaruhnya terhadap belajar.

5. Observasi alami (naturalistic observation)

  • mempelajari masalah belajar langsung di kancah (lapangan) yang sebenarnya (bukan di laboratorium).
  • pendekatan yang langsung pada peristiwa yang terjadi secara alami.
  • kesulitan: masalah pencatatan, observasi yang kurang akurat, kecenderungan untuk mengklasifikasikan hasil observasi ke dalam kondisi yang lebih komprehensif.

6. Pendekatan laboratorium

  • mempelajari masalah belajar di laboratorium (eksperimen).
  • Keadaan di lab pada umumnya akan mereduksi keadaan dalam kancah yang sebenarnya.
  • Keadaan di lab bukan keadaan yang sebenarnya sehingga dapat memunculkan perilaku yang diinginkan karena pengaruh dari suasana yang diciptakan.
  • Kelebihan: peneliti dapat mengendalikan penelitiannya sehingga hasil yang didapat akan menjadi lebih teliti.

7. Variabel independen yang diteliti

  • memilih variabel independen yang relevan dengan variabel dependen.
  • Pemilihannya haruslah dipandu dengan teori.

8. Jumlah level variabel independen

  • tentukan pula jumlah level variabel independen yang akan digunakan dalam penelitian belajar.
  • Pilih variabel independen yang memiliki efek yang signifikan dengan variabel dependen.

9. Pemilihan variabel dependen

  • Pemilihan variabel dependen harus menggunakan panduan teoritis.

10. Analisis dan interpretasi

  • Banyak metode yang tersedia untuk menganalisa data, peneliti tinggal memilih metode yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan.

Keputusan yang menyangkut topik apa yang akan diteliti, subjek apa yang akan dipakai, variabel dependen dan independen yang akan dipilih, pendekatan untuk analisis dan interpretasi, sebagian bersifat arbitrary–ditentukan oleh faktor biaya, kepraktisan, orientasi teoritis, pertimbangan sosial dan pendidikan serta ketersediaan alat-alat.