Perbedaan antara teori Skinner dan Pavlov

You are here:
< Back

 

kondisioning klasik (Pavlov) kondisioning operan (Skinner)
oleh ahli fisiologi Rusia Ivan Pavlov pada awal 1900-an oleh B.F. Skinner pada tahun 1938.

 

Percobaan anjing Pavlov sebagai dasar pembentukan teori pengkondisian klasik dan konsep-konsepnya. Percobaan Skinner dengan tikus sebagai dasar teori pengkondisian operan dan konsep-konsepnya.
Tidak melibatkan godaan iming-ming. Subjek diberi iming-iming hadiah.
Peserta/subjek bersifat pasif. Mengharuskan subjek aktif berpartisipasi dan melakukan beberapa jenis tindakan agar mendapat imbalan atau hukuman.
Melibatkan pembentukan asosiasi dengan semacam peristiwa yang sudah terjadi secara alami. Subjek harus terlebih dahulu menampilkan perilaku yang kemudian dapat diberi imbalan atau hukuman.
untuk mendapatkan tingkah laku baru melalui proses asosiasinya. menjelaskan hubungan perilaku pada imbalan dan konsekuensi tertentu.
Pikiran mental internal dan mekanisme otak memainkan peran besar dalam pembelajaran asosiatif. hanya membahas perilaku yang ekspresif dan bukan pemikiran mental internal dan mekanisme otak.
bekerja dengan memasangkan respons spontan dengan stimulus. Respon tak berkondisi menjadi respon yang terkondisi. menerapkan dua konsep utama, Reinforcements dan Punishments setelah perilaku dijalankan, menyebabkan tingkat perilaku meningkat/menurun.