Reliabilitas

You are here:
< Back

RELIABILITAS (KEAKURATAN/KEMANTAPAN)

Reliabilitas menunjuk pada sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran dilakukan berulangkali.

  • Apakah alat ukur yang dipakai tersebut tepat untuk mengukur konsep yang hendak diukur?

Cara mengukur reliabilitas/tipe reliabilitas

  1. Metode ulang
  • responden sama, alat ukur sama, penelitian dua kali
  • Menghasilkan koefisien stabilitas/Stability Reliability (Neuman, 2000)

2. Metode Belah Dua (split half method)

  • pertanyaan dalam alat ukur dibagi menjadi dua dengan cara acak diberikan pada responden yang sama pada waktu yang samaà Representative Reliability à Neuman (2000)

3.  Metode paralel (double test – double trial)

  • Sejak awal peneliti harus sudah menyusun dua perangkat instrument yang parallel (ekuivalen), yaitu dua buah instrument yang disusun berdasarkan satu buah kisi-kisi.
  • Setiap butir item dari instrument yang satu selalu harus dapat dicarikan pasangannya dari instrumen kedua. Kedua instrumen tersebut diujicobakan semua.
  • Sesudah kedua uji coba terlaksana, maka hasil instrumen tersebut dihitung korelasinya dengan menggunakan rumus product moment (korelasi Pearson).
  • Metode Paralel dapat dilakukan dengan 2 cara:
    • Alat ukur sama, responden sama, waktu sama, dilakukan oleh dua (2) peneliti yang berbeda.
    • Peneliti satu (1) orang, responden sama, alat ukur (kuesioner) dua (2) perangkat

Makna Reliabilitas

  • Reliabilitas = tingkat kepercayaan. Seberapa besar kita bisa mempercayai hasil pengukuran yang kita dapatkan, atau juga seberapa besar tingkat kesalahan yang muncul ketika kita melakukan pengukuran.
  • Semakin besar tingkat kesalahan yang muncul ketika observasi & wawancara dilakukan, hasil yang diperoleh dari tes tersebut makin tidak dapat dipercaya, makin tidak reliabel.

Contoh Reliabilitas

  • Seorang murid dites dan mendapat nilai
  • Jika tes tersebut reliabel, maka kita bisa yakin bahwa kemampuan murid tersebut memang 100 dan nilai diperoleh bukan karena faktor lain selain kapasitas orang tersebut.
  • Jika angka 100 ini diperoleh lebih banyak karena faktor lain (faktor lain ini yang disebut error), maka kita akan berkata bahwa tes tersebut tidak reliabel.

Kesimpulan Reliabilitas

  • Jadi, reliabilitas apakah sama dengan keajegan?
  • Jika kita melihat permasalahan ini dari kacamata asumsi yang mendasari pemikiran reliabilitas di atas, maka reliabel = ajeg tetapi hal ini sulit dicapai karena ada banyak faktor yang mempengaruhi aspek psikologis seseorang.
  • Mungkin lebih aman jika kita menyebut reliabilitas sebagai: “tingkat kepercayaan, seberapa jauh error yang dihasilkan dari alat ukur, dan seberapa jauh hasil pengukuran dapat dipercaya” (Feldt & Brennan, 1989: 105)