Sejarah Perkembangan Psikologi Belajar

You are here:
< Back

Ada empat aliran besar psikologi belajar, yakni empirisme, strukturalisme, fungsionalisme, dan behaviorisme.

EMPIRISME

Aristoteles

  • Perilaku belajar diperoleh dari interaksi seseorang dengan lingkungannya.
  • Bagaimana pikiran bekerja: sebuah ide akan berasosiasi dengan ide lainnya, lalu terbentuk pemahaman. Jika asosiasi telah terbentuk, maka sebuah ide akan mengaktifkan memori mengenai aspek2 lain tentang ide tersebut. Asosiasi memungkinkan pikiran kita memahami ide-ide yang kompleks.

Empat hukum asosiasi:

  • Hukum kesamaan: jika dua benda serupa, maka pikiran kita akan cenderung ingat pada benda lainnya ketika melihat salah satu benda tersebut.
  • Hukum kontras: kita juga cenderung mengingat sesuatu yang berlawanan.
  • Hukum continuity: benda atau kejadian yang terjadi secara berdekatan satu sama lain, secara waktu atau lokasi, akan dihubungkan oleh pikiran.
  • Hukum frekuensi: makin sering dua benda atau kejadian dihubungkan, makin kuat pula asosiasi antara keduanya.

Rene Descartes

Adanya dualisme pikiran dan tubuh. Dalam dualisme tersebut terdapat dua komponen, yakni:

  • aktivitas involuntary: reaksi otomatis terhadap stimulus dari luar tubuh. Contoh: reflex menarik tangan dari panci panas.
  • aktivitas voluntary: aktivitas dari niat seseorang untuk bertindak. Contoh: ingin makan lalu mengambil makanan

Keduanya saling berkaitan dan berkoordinasi, sehingga terbentuk dualisme yang membentuk tindakan.

2. STRUKTURALISME

  • Tokoh utamanya adalah Edward B. Titchener.
  • Struktur pikiran dapat diuraikan berdasarkan elemen dasar pembentuknya (emosi, pengalaman sensoris, pengalaman sadar atau tidak sadar).
  • Metode introspeksi: individu menggambarkan pikiran sadar, emosi, dan pengalaman sensoris dirinya.

3. FUNGSIONALISME

  • Tokoh utamanya adalah William James.
  • Pikiran manusia membantu manusia untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Maka belajar merupakan proses adaptif.
  • Diadaptasi dari teori evolusi Charles Darwin: karakteristik adaptif diperoleh oleh suatu spesies dapat membantunya untuk bertahan hidup.

4. BEHAVIORISME

  • Pendekatan psikologi yang berfokus pada studi pengaruh lingkungan pada perilaku yang teramati, bukan perilaku berpikir yang tidak dapat diamati secara langsung.
  • Tokoh utamanya adalah John Watson.
  • Berlaku hukum parsimoni: sebuah fenomena dapat dijelaskan dengan penjelasan yang lebih sederhana.

Lima teori besar dalam behaviorisme:

a. Metodologi behaviorisme Watson

Menolak adanya kejadian internal, seperti pikiran dan perasaan yang tidak dapat diamati secara langsung.

b. Neobehaviorisme Hull

Adanya kejadian internal (ex: lapar, lelah) dalam hubungan antara lingkungan dan perilaku.

c. Teori kognitif Tolman

Adanya aktivitas mental, seperti ekspektasi, dalam hubungan antara lingkungan dan perilaku.

d. Teori belajar sosial Bandura

Menekankan pembelajaran observasional, dan adanya interaksi timbal balik.

e. Behaviorisme radikal Skinner

Memandang bahwa kejadian internal adalah tingkah laku pribadi seseorang yang tetap akan tunduk pada hukum belajar yang merupakan tingkah laku publik, atau yang dapat diamati secara langsung oleh orang lain.