Sejarah Singkat Psikologi Klinis

You are here:
< Back

Profesi yang berdekatan

Profesi-profesi yang sangat dekat dengan psikologi klinis dan saling tumpang tindih dengannya antara lain muncul si bidang pendidikan, khususnya psikologi konseling dan sekolah. Pada 1998 APA melakukan inspeksi dan menyetujui hampir 200 program psikologi klinis, 70 program psikologi konseling, dan 50 program psikologi sekolah, di dalam dan di luar lingkup universitas, untuk pendidikan profesional (APA report,1998). Pendidikan di bidangprogram konseling dan sekolah banyak tumpang tindih dengan pendidikan di bidang program-program klinis, dan seringkali setelah menyelesaikan pendidikan dan pengalaman yang disyaratkan, psikolog konseling berlisensi menjalankan fungsi yang sama dengan psikolog klinis yang berpraktik swasta maupun di sektor publik. Selain itu, banyak psikolog konseling dan klinis terlatih bekerja di setting pemerintah, industri, dan bisnis. Psikolog Industri dan Organisasi (I/O) mendapat tempat yang menonjol di APA dan aktivitas-aktivitas profesional lainnya. Dalam diskusi mengenai tumpang tindih antara psikologi klinis dengan spesialis kesehatan mental lain berikut ini, hampir semua ketumpangtindihan ini juga berlaku pada bidang-bidang keahlian khususdari psikologi terapan lain yang baru saja disebutkan.

Penekanannya pada Kerja Sosial di bidang Kesehatan Mental

Tradisi Organisasi-organisasi kemasyarakatan, kesejahteraan, kepedulian terhadap kebijakan publik. Pendidikan unruk menangani keluarga dan agensi. Derajat master (M.S.W). Memiliki hubungan dengan N.A.S.W dan jurnal-jurnal kerja sosial. Sebagian negara bagian memberikan lisensi untuk praktik independen

Penekanannya pada Psikologi Klinis

Tradisi ilmu psikologi dasar, menekankan pada keadaan normal dan undang-undang umum tentang psikologi normal dan undang-undangumum tentang psikologi abnormal dan psikologi klinis. Keahlian di bidang testing, riset, evaluasi program, dan statistik. Biasanya Ph.D. Memiliki lisensi untuk berpraktik swasta. Memiliki hubungsn dengan APA.

Penekanan pada Keperawatan

Tradisi keperawatan di rumah sakit dan setting-setting kesehatan masyarakat. Riwayat kontak dengan personel medis lain dengan hubungan-hubungan peran khusus. Memiliki beberapa otoritas legal untuk menulis resep. Tingkat pendidikan beragam. Sebagian memiliki lisensi Oraganisasi- organisasi keperawatan.

Penekanan pada Kesehatan Mental Psikiatri

Tradisi kedokteran dan psikiatri yang sejarahnya dapat jauh ditarik mundur. Memiliki prestise dan penghasilan paling tinggi. Hak legal M.D. untuk menulis resep dan memberikan penanganan somatisss, harus memiliki lisensi. Memiliki hubungan dengan A.M.A dan APA (psikiatris).

DASAR PIJAKAN YANG SAMA

Ada banyak tumpang tindih pada basis pengetahuannya. Menggunakan teori dan memiliki kepedulian yang sama untuk melakukan penelitian di bidang kesehatan mental. Saling bekerja sama untuk program-psogram kesehatan mental, asesmen, dan case management. Dasar pijakan yang serupa dalam wawancara, konseling, dan praktik-praktik intervensi lainnya. Saling tergantung dalam pendanaan kesehatan mental, status sosial-politik, dan dukungan masyarakat.

Kesamaan dan kekhususan empat profesi kesehatan mental utama

Empat Profesi Kesehatan Mental Utama

Keempat disiplin kesehatan mental yang dimaksud adalah psychiatric work, dinial psychology, psychiatry, dan nursing. Gambar 1-2 memperlibatkan penekanan-penekanan dan kepedulian khusus keempat profesi kesehatan mental-kerja sosial psikiatrik, psikologi klinis, psikiatri, dan keperawatan psikiatrik atau kesehatan mental. Semuanya memiliki tradisi sebagai profesi yang independen. Nama-nama seperti Florence Nightingale, Jane Addams, Sigmund Freud, dan B.F. Skinner memiliki makna dan implikasi pada  profesi-profesi yang berbeda. Masing-masing profesi memiliki organisasi di tingkat nasional dan lokal serta memiliki jurnal-jurnal pprofesional yang dijadikan tempat berpaling para anggotanya ketika membutuhkan pimpinan dan dukungan. Masing-masing profesi memiliki bentuk lisensi, registrasi, atau sertifikat tertentu yang ditetapkan oleh masing-masing negara bagian atau provinsi di Amerika Utara. Kerja sosial dan keperawatan kurang banyak terlibat dalam praktik swasta. Pprofesi ini lebih banyak dipegang perempuan, cenderung memiliki penghasilan yang lebih rendah, dan memiliki lebih sedikit praktisi setingkat doktor dibanding psikologi dan psikiatri. Psikiatri harus memiliki gelar M.D. (Medical Doctor). Mereka biasanya menempuh kuliah selamaempat tahun di fakultas kedokteran yang diikuti dengan tiga atau empat tahun internship dan residensi psikiatrik. Perawat dan psikiater memiliki sejarah panjang berhubungan dekat dengan rumah sakit, dan pekerja sosial memiliki riwayat orientasi ke arah pelayanan masyarakat. Psikologi memiliki riwayat berhubungan dengan perguruan tinggi. Melalui hubungannya dengan liberal arts di universitas-universitas, psikologi sangat menekankan pada pengetahuan tentang perkembangan normal dan prinsip-prinsip umum pemikiran, perasaan, dan perilaku. Psikolog biasanya memiliki dasar pijakan yang paling menyeluruh di bidang riset di antara keempat profesi tersebut, tetapi mereka seringkali memiliki pengalaman praktis yang lebih sedikit selama pendidikannya dibanding profesi-profesi lainnya. Hal ini membuat penggunaan model belajar apprenticeship (magang) di profesi ini sangat kuat.Terlepas dari banyaknya perbedaan latar belakang, pendidikan, dan tradisi di antara keempat profesi tersebut, ada begitu banyak tumpang tindih dan kesamaan di antara mereka. Para profesional di keempat bidang itu menggunakan teori belajar, psikoterapi, dan psikobioologi. Mereka sering kali  sama-sama memiliki bekal yang cukup untuk melakukan wawancara asesmen, mendiagnosis abnormalitas, melaksanakan psikoterapi, atau wawancara-wawancara lainnya. Mereka semua bergantung pada sikap publik secara umum terhadap kesehatan mental, khususnya tergantung pada pola-pola pendanaan yang berlaku dalam sistem perawatan kesehatan.

Derajat Magister dalam Pekerjaan Kesehatan Mental

  Di beberapa negara bagian, orang-orang dengan gelar magister di bidang psikologi dapat berfungsi sebagai “psychological assistants” (asisten psikolog) atau “psychological associates” (rekanan psikolog), atau istilah lain yang mirip bila negara bagian yang dimaksud mengakui dan memberikan lisensi kepada kategori semacam itu. Bila peran-peran semacam ini ada, mereka biasanya membutuhkan pengawasan dari seorang psikolog berlisensi dan menjalankan fungsinya dalam praktik seorang psikolog tersebut. Berbeda dengan Amerika Serikat, negara-negara lain seperti Australiadan Hong Kong mengakui orang-orang dengan ijazah magister bahkan sarjana S1 di bidang psikologi sebagai orang-orang yang dapat dibberi sertifikat atau dapat dipekerjakan sebagai psikolog klinis. 

Gelar Doktor yang diperoleh dari sebuah program psikologi klinis merepresentasikan tingkat basic entry yang dibutuhkan untuk dapat memberikan pelayanan psikologi klinis. Yang unik untuk pendidikan psikologi adalah keberadaan persyaratan mata kuliah yang substansial di bidang kepribadian dan psikopatologi, yang menghasilkan pemahaman yang komprehensif tentang penyesuaian yang normal dan abnormal dan maladjustment yang terjadi di sepanjang hidup. American Psychological Association menetapkan standar untuk program-program pasca sarjana di bidang psikologi klinis dan mengakui program-program yang memenuhi standar-standar tersebut melalui  proses akreditasi. Semua negara bagian mensyaratkan lisensi untuk mempraktikkan psikologi. (APA Division 12, 1992). Amerika dengan negara lainnya berbeda, sebab Amerika harus memiliki gelar Ph.D baru bisa membuka biro pelayanan psikologi/ menangani klien. Tetapi di negara lain bisa hanya lulusan magister profesi, contohnya Indonesia.

Rangkuman:

Psikologi Klinis adalah sebuah helping profession (profesi yang membantu orang) yang muncul dan tumbuh pesat pada abad ke-20 di Amerika dan Eropa dan menyebar ke seluruh dunia. Psikolog klinis mengacu pada pengetahuan, keterampilan, dan sikap psikologis yang digunakan oleh praktisi saat mereka berusaha menangani masalah-masalah mental dan perilaku serta berusaha meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas orang-orang. psikologi klinis melebarkan cakupannya secara konstan sehingga meliputi semakin banyak jenis setting, klien, dan aktivitas.

Tahun 1920: awal perkembangan sejarahnya, gerakan pertamanya adalah ke arah kelahiran ide-ide baru, alat-alat baru, dan program-program baru. Ide Freud, Adler, Jung, Watson, dan ahli-ahli lainnya memiliki pengaruh yang luas. Teknik-teknik tes mental ditemukan dan dielaborasi. Organisasi-organisasi dan jurnal-jurnal profesional bermunculan.

Tahun 1945- 1960: perkembangan psikologi klinis sebagai profesi yang sangat kasat mata, dan jumlah orang-orang yang memasuki bidang baru ini meningkat tajam. Para psikolog sekarang banyak terlibat dalam psikoterapi maupun asesmen. Doktor menjadi kulaifikasi profesional standar di Amerika Serikat, dan berbagai posisi pun banyak tersedia bagi semua lulusan yang qualified. Optimisme tentang accomplishment profesional meluas. Sejak tahun 1970 semakin banyak psikolog klinis yang memperoleh pendidikan di pendidikan-pendidikan profesional independen (yang tidak berhubungan dengan universitas) yang menekankan pada pengalaman praktis dengan pengakuan terhadap psikolog sebagai penyedia perawatan kesehatan oleh perusahaan-perusahaan asuransi.

Abad ke-20: ditandai dengan pendanaan yang relatif kecil bagi pelayanan sosial publik dan masalah biaya di bidang kesehatan yang secara umum lebih besar. Pertambahan jumlah praktik swasta dihambat oleh ukuran-ukuran pengurangan biaya, seperti pengurangan insurance benefit dan managed care. Akan tetapi bagaimanapun juga posisi psikologi klinis terus mengalami konsolidasi sebagai kekuatan yang siginifikan dan produktif dalam kesehatan mental dan pelayanan kemanusiaan. Meskipun di Amerika Serikat masih mensyaratkan gelar Doktor untuk dapat berpraktik sebagai psikolog, namun tidak menutup kemungkinan gelar Master dan gelar di bidang lainny yang berhubungan dengan disiplin-disiplin pelayanan kemanusiaan akan tetap memiliki peluang yang menantang.