Validitas Instrumen

You are here:
< Back

Validitas Instrumen

Dalam psikologi, semua instrumen pengukuran atau alat ukur harus memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Hal ini juga berlaku untuk panduan serta lembar pencatatan observasi dan wawancara.

Alat Ukur Psikologi

Tujuan disusunnya alat ukur psikologi adalah untuk mendapatkan data atau informasi tentang aspek-aspek psikologi.

  • Metode pengumpulan data dalam psikologi misalnya tes psikologi, kuesioner, skala psikologi, observasi, dan wawancara.
  • Data yang diperoleh adalah sumber informasi.
  • Data yang akurat artinya informasi yang dapat dipercaya.
  • Jika informasi dapat dipercaya maka kesimpulan juga dapat dipercaya.
  • Tantangannya adalah bagaimana memperoleh data/informasi yang terpercaya?
  • Hal ini dapat diperoleh melalui pengukuran yang validitas dan reliabilitas tinggi.

VALIDITAS (KECERMATAN = KETEPATAN)

Validitas adalah sejauh mana suatu alat ukur itu mengukur apa yang hendak diukur.

  • Apakah kita benar-benar mengukur konsep/aspek/indikator yang kita ukur?
  • Kecermatan dan ketepatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya

RELIABILITAS (KEAKURATAN/KEMANTAPAN)

Reliabilitas menunjuk pada sejauh mana suatu hasil pengukuran RELATIF KONSISTEN apabila pengukuran dilakukan berulangkali.

  • Apakah alat ukur yang dipakai tepat untuk mengukur konsep yang hendak diukur?

Hubungan Validitas dan Reliabilitas

Validitas: mempermasalahkan kesesuaian antara konsep dan kenyataan empiris

Reliabilitas: kesesuaian hasil-hasil  pengukuran di  tingkat kenyataan empiris

Oleh karena itu: valid pasti reliable, reliabel belum tentu valid

  • pengukuran yang dapat diandalkan akan mengukur secara konsisten, tapi belum tentu mengukur apa yang seharusnya diukur

VALIDITAS

Validitas atau kesahihan menunjukan:

  • kemampuan suatu instrumen (alat pengukur) mengukur apa yang harus diukur
  • …. a valid measure if it successfully measures the phenomenon

Misal: Seseorang yang ingin mengukur tinggi harus memakai meteran, mengukur berat dengan timbangan, meteran, timbangan merupakan alat ukur yang valid dalah kasus tersebut.

Dalam suatu penelitian yang melibatkan variabel/konsep yang tidak bisa diukur secara langsung, masalah validitas menjadi tidak sederhana, di dalamnya juga menyangkut penjabaran konsep dari tingkat teoritis sampai tingkat empiris (indikator), namun bagaimanapun tidak sederhananya suatu instrumen penelitian harus valid agar hasilnya dapat dipercaya.

Makna VALIDITAS

  • Pengertian validitas berkaitan erat dengan tujuan pengukuran.
  • Valid hanya untuk satu tujuan yang spesifik.
  • Apakah alat ukur itu sesungguhnya mengukur konsep yang ingin diukur dan bukan konsep yang lain?
  • Apakah pengukuran konsep tersebut dilakukan secara tepat dan cermat = memiliki varians eror yang kecil, dapat membedakan subyek satu dengan yang lain.
  • Tingkat validitas dapat dipengaruhi oleh:
    • Kemampuan pewawancara/observer/tester : apakah mengikuti petunjuk/pedoman wawancara/observasi atau tidak
    • Keadaan responden sewaktu wawancara/observasi/tes berlangsung

Tipe-tipe Validitas

  1. Validitas isi (content validity):
  • Sejauh mana panduan mencerminkan aspek/indikator/atribut yang hendak diukur
  • Isi panduan komprehensif dan relevan untuk mengukur ciri atribut yang hendak diukur
  • Diestimasi (diperkirakan) melalui pengujian terhadap panduan dengan analisis rasional/lewat professional judgement (penilaian dari para ahli).

a. validitas muka

Adalah validitas yang menunjukkan apakah alat pengukur/instrumen penelitian dari segi rupanya (penampilan) nampak mengukur apa yang ingin diukur, validitas ini lebih mengacu pada bentuk dan penampilan instrumen.

  • penilaian terhadap format penampilan form
  • jika tampilan form meyakinkan maka observer/interviewer akan termotivasi
  • ini merupakan tipe validitas yang paling rendah

b. validitas logik

  • sejauhmana panduan observasi/wawancara merupakan representasi dari aspek yang hendak diukur
  • dapat dicapai dengan pembatasan kawasan perilaku secara seksama dan konkret (operasionalisasi atribut)

2. Validitas konstrak

  • Sejauhmana observasi/wawancara mengungkap suatu trait atau konstruk teoretik yang hendak diukur.
  • Pengujian validitas konstruk merupakan proses yang terus berlanjut sejalan dengan perkembangan konsep mengenai aspek yang diukur.
  • Seberapa besar derajat observasi/wawancara mengukur hipotesis yang dikehendaki untuk diukur.
  • Menguji validitas konstruk mencakup uji hipotesis yang dideduksi dari suatu teori yang mengajukan konstruk tersebut.

3. Validitas berdasar kriteria

Adalah validasi suatu instrumen dengan membandingkannya dengan instrumen-pengukuran lainnya yang sudah valid dan reliabel dengan cara mengkorelasikannya; bila korelasinya signifikan maka instrumen tersebut mempunyai validitas kriteria.

  • Estimasi validitas berdasarkan kriteria yang dapat dijadikan dasar pengujian hasil ukur.
  • Kriteria adalah variabel perilaku yang akan diprediksikan oleh instrumen atau berupa suatu ukuran lain yang relevan.

Bentuk validitas kriteria yaitu:
a. validitas konkuren (Concurrent validity)
Validitas konkuren adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran untuk mengukur gejala tertentu pada saat sekarang kemudian dibandingkan dengan instrumen pengukuran lain untuk konstruk yang sama.

b. validitas ramalan (Predictive validity)
Validitas ramalan adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran memprediksi secara tepat dengan apa yang akan terjadi di masa datang.

Dilihat dari segi waktu untuk memperoleh skor kriterianya :

Validitas konkuren:

  • Seberapa besar derajat skor instrumen berkorelasi dengan skor yang diperoleh dari pengukuran lain yang sudah mantap, bila disajikan pada saat yang sama, atau dibandingkan dengan criteria lain yang valid yang diperoleh pada saat yang sama.
  • Apabila skor alat ukur dan skor kriterianya dapat diperoleh dalam waktu yang sama, maka korelasi antara kedua skor tersebut merupakan koefisien validitas konkuren.

Validitas prediktif:

  • Seberapa besar derajat instrumen berhasil memprediksi kesuksesan seseorang pada situasi yang akan datang.
  • Validitas prediktif ditentukan dengan mengungkapkan hubungan antara skor instrumen dengan hasil instrumen atau ukuran lain kesuksesan dalam satu situasi sasaran.
  • Validitas Prediktif sangat penting artinya bila alat ukur dimaksudkan untuk berfungsi sebagai predictor bagi kinerja atau prestasi di masa yang akan datang.
  • Contoh situasi yang menghendaki adanya prediksi ini antara lain adalah seleksi siswa baru, seleksi karyawan, dsb.

Cara Mengukur Validitas

  • Mendefinisikan secara operasional konsep yang akan diukur sampai tersusun alat ukur atau panduan atau kuesioner.
  • Melakukan uji coba
  • Membuat tabulasi hasil uji coba
  • Melakukan uji statistik dengan korelasi ‘Product Moment’ (untuk alat ukur berbentuk tes psikologis.