Wawancara

You are here:
< Back

Wawancara adalah percakapan di mana pertanyaan diminta dan jawaban diberikan. Dalam bahasa umum, kata “wawancara” mengacu pada percakapan satu-satu dengan satu orang yang bertindak dalam peran pewawancara dan yang lainnya dalam peran diwawancara. Pewawancara menanyakan pertanyaan-pertanyaan, yang diwawancarai merespon, dengan bergantian berbicara. Wawancara biasanya melibatkan transfer informasi dari yang diwawancarai untuk pewawancara, yang biasanya merupakan tujuan wawancara, meski transfer informasi dapat terjadi di kedua arah secara bersamaan.

Psikolog menggunakan berbagai metode wawancara dan teknik untuk mencoba memahami dan membantu pasien. Dalam sebuah wawancara psikiatri, psikiater atau psikolog atau perawat meminta sekumpulan pertanyaan untuk dilengkapi, yang disebut penilaian kejiwaan. Kadang-kadang dua orang diwawancarai oleh pewawancara, dengan sebuah format yang disebut wawancara pasangan. Kriminolog dan detektif kadang-kadang menggunakan wawancara kognitif terhadap saksi mata dan korban untuk memastikan apa yang secara khusus dapat diingat dari TKP sebelum ingatan tertentu mulai memudar dalam pikiran.

Kelebihan wawancara

  1. Pewawancara dapat memotivasi  subjek untuk menjawab  dengan  bebas dan terbuka terhadap pertanyaan­ pertanyaan yang diajukan.
  2. Pewawancara  dapat mengembangkan  pertanyaan­ pertanyaan sesuai  dengan si tuasi  yang berkembang.
  3. Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban, yang  di   berikan  dari gerak­geri k dan  raut wajah subjek.
  4. Pewawancara  dapat  menanyakan  kegiatan­kegiatan  khusus yang tidak selalu terjadi.

Kelemahan wawancara

  1. Proses  wawancara  membutuhkan  waktu  yang  lama,  sehingga  relatif mahal  dibandingkan dengan  tehnik yang  lainnya.
  2. Keberhasi lan  hasil   wawancara  sangat  tergantung  dari   kepandai an pewawancara untuk mel akukan hubungan antar manusi a.
  3. Wawancara  tidak  selalu  tepat  kondisi,  dalam  tempat  tertentu,  misalnya di lokasi ramai .
  4. Wawancara  dapat  menyita waktu subjek karena bila waktu yang dimilikinya sangat  terbatas

Jenis-jenis wawancara

Berdasarkan jenis panduan wawancara & jumlah responden:

Wawancara terstruktur

  • ADA PANDUAN WAWANCARA
  • Pertanyaan & jawaban bersifat tertutup
  • Pewawancara menjaga jarak
  • Tujuan: mencari penjelasan suatu fenomena

Wawancara tidak terstruktur

  • TIDAK ADA PANDUAN WAWANCARA
  • Pertanyaan terbuka, jawaban lebih luas & bervariasi
  • Pewawancara tidak menjaga jarak & tidak apriori
  • Tujuan: mencari pemahaman suatu fenomena

Jenis wawancara berdasarkan fungsi:

  • Wawancara penelitian: Dilakukan sebagai metode memperoleh data/informasi tertentu tentang suatu fenomena yang diteliti
  • Wawancara diagnostik/asesmen: Berfungsi untuk melakukan pemeriksaan psikologis
  • Wawancara terapiutik: Fungsinya untuk konseling, terapi, pemulihan, dan bentuk pendampingan psikologis lainnya

Jenis wawancara berdasarkan tujuan:

  • Wawancara pekerjaan: Untuk kepentingan bekerja, seleksi, & promosi
  • Wawancara informatif: Untuk memperoleh informasi/berita jurnalistik
  • Wawancara administratif: Untuk mendisiplinkan aturan, misal: siswa yang bolos
  • Wawancara konseling (intake interview): Untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada klien untuk membantu mengatasi permasalahan klien

Kode Etik Wawancara

  1. Inform consent subjek (persetujuan)
  2. Kerahasiaan subjek
  3. Kerahasiaan data subjek
  4. Perlindungan  terhadap kenyamanan & keamanan
  5. Proses diseminasi informasi terhadap para profesional & komunitas ilmuwan
  6. Mencegah kecurangan & penipuan terhadap subjek
  7. Penggunaan oleh dirinya atau pihak lain untuk kejahatan

Referensi

  • Merriam Webster Dictionary: Interview definition
  • Polak, L; Green, J (2015). “Using Joint Interviews to Add Analytic Value”. Qualitative Health Research. 26 (12): 1638. doi:10.1177/1049732315580103.
  • Memon, A., Cronin, O., Eaves, R., Bull, R. (1995). An empirical test of mnemonic components of the cognitive interview. In G. Davies, S. Lloyd-Bostock, M. McMurran, C. Wilson (Eds.), Psychology, Law, and Criminal Justice (pp. 135-145). Berlin: Walter de Gruyer.
  • Rand Corporation. (1975) The criminal investigation process (Vol. 1-3). Rand Corporation Technical Report R-1776-DOJ, R-1777-DOJ, Santa Monica, CA